BANTEN — Kepala Dinsos Kota Kediri Imam Muttaqin mengatakan, keluhan tersebut muncul setelah warga mendapati bantuan yang sebelumnya rutin diterima tidak masuk pada pencairan terbaru. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui posisi desil kesejahteraan mereka berubah cukup signifikan.
"Rata-rata keluhannya pertama, Pak, bantuan bulan ini kok tidak cair. Setelah dicek ternyata desilnya lompat. Ada sekitar ratusan orang tapi tidak sampai 200 orang," ujarnya, Kamis (27/8).
"Kenapa bisa naik, indikator apa yang menyebabkan itu, tidak ada dan tidak diberikan kepada kita. Yang melakukan pemeringkatan itu BPS, jadi kita hanya meraba-raba," jelas Imam.
Petugas akan melakukan verifikasi dengan membandingkan kondisi warga di lapangan dengan data yang dimiliki sebelumnya. Jika hasil verifikasi menunjukkan perlunya pembaruan data, Dinsos akan mengusulkan kembali data tersebut kepada Kemensos.
"Silakan lapor ke Dinas Sosial. Nanti kita usulkan lagi," kata Imam.
Pemutakhiran data kesejahteraan dilakukan secara berkala, umumnya sekitar tiga bulan sekali. Dengan pembaruan data terakhir pada Agustus, pemutakhiran berikutnya berpotensi dilakukan sekitar Oktober, meski jadwal tersebut masih dapat berubah.
Dinsos Kota Kediri telah menyosialisasikan mekanisme pengaduan ini melalui media sosial. Warga yang mengalami perubahan desil dan berdampak pada penerimaan bansos diminta segera melapor melalui kelurahan agar datanya dapat diverifikasi dan diusulkan kembali pada periode pemutakhiran berikutnya.