TANGSEL — Masjid Raya Al-Kautsar di Vila Dago Pamulang kini menjelma menjadi ruang belajar generasi muda. Sejak 15 Agustus 2026, puluhan pemuda dari berbagai latar belakang telah mengikuti pelatihan perdana yang dikemas dalam kelas digital content dan fundamental web programming.
Program yang diresmikan Sabtu (29/8/2026) ini merupakan buah kolaborasi antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Diskominfo, Yayasan Al-Kautsar, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), Institut Teknologi dan Sains (ITTS), serta Gerakan Pejuang Subuh (GPS) Tangsel.
Para peserta tidak hanya belajar membuat konten digital atau menulis kode program. Dalam kurikulumnya, pemanfaatan kecerdasan buatan turut diintegrasikan sebagai alat bantu proses pembelajaran dan produksi karya.
Kelas pertama membidik minat di bidang kreatif, sementara kelas kedua diarahkan pada penguasaan dasar pemrograman web. Materi ini dirancang agar peserta tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu menciptakan karya dan inovasi.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa percepatan transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat atau aplikasi. Sumber daya manusia yang siap menjadi kuncinya.
“Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Diskominfo menggagas program ini untuk menjawab kebutuhan talenta digital yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Langkah ini menjadi pendekatan baru pemberdayaan masjid. Rumah ibadah tidak lagi semata-mata menjadi pusat aktivitas spiritual, tetapi berkembang menjadi pusat peningkatan kapasitas umat agar melek teknologi.
Ketua Yayasan Al-Kautsar, Ustaz Juni Sukasmono, menyambut baik peran baru masjid ini. Menurutnya, kemampuan digital kini merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat di tengah laju perkembangan teknologi.
Ia berharap pusat pembelajaran ini mampu memperkuat peran masjid dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga produktif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Kolaborasi pengembangan program diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Tangsel Digital Academy antara Diskominfo, FSPP, dan ITTS. Ketua GPS Tangsel, Ustaz Moh. Sartono, turut menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem belajar ini.
Kehadiran akademi ini membuka peluang memperkecil kesenjangan akses terhadap keterampilan teknologi. Dengan basis komunitas dan lingkungan masjid, warga tidak perlu jauh-jauh mencari tempat pelatihan di pusat kota.
Model serupa sebelumnya pernah diuji coba lewat kegiatan Tangsel Digital Academy di masjid yang sama. Masyarakat saat itu mendapat kesempatan mempelajari pembuatan konten dan coding secara langsung.
Ke depan, GPS Digital Academy diharapkan menjadi wadah berkelanjutan yang melahirkan talenta digital dari lingkungan masjid, sekaligus membuktikan bahwa ruang ibadah mampu mengambil peran strategis dalam menghadapi perubahan teknologi.