Pencarian

DPRD Tangerang Dorong Job Fair Ukur Keberhasilan dari Serapan Tenaga Kerja

Selasa, 01 September 2026 • 16:23:31 WIB
DPRD Tangerang Dorong Job Fair Ukur Keberhasilan dari Serapan Tenaga Kerja
Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang menyoroti pentingnya pengukuran serapan tenaga kerja dalam evaluasi program job fair.

Pemerintah Kota Tangerang diminta untuk tidak berhenti pada penyediaan lowongan kerja dalam setiap gelaran job fair. Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Kemal Fasya Madjid, menegaskan bahwa indikator keberhasilan program tersebut harus diukur dari seberapa banyak warga yang benar-benar diterima bekerja.

"Keberhasilan Job Fair tidak cukup hanya dilihat dari jumlah lowongan yang tersedia, tetapi juga dari tingkat penyerapan tenaga kerja," ujar Kemal di Tangerang, Selasa.

Angka Pengangguran Sarjana Jadi Sorotan

Desakan ini muncul setelah data Sensus Ekonomi 2026 yang dirilis BPS Kota Tangerang menunjukkan adanya 12.675 pengangguran dengan latar belakang pendidikan perguruan tinggi. Angka ini menjadi sinyal bahwa ketersediaan lapangan kerja tidak otomatis sejalan dengan kompetensi yang dimiliki para pencari kerja.

Menurut Kemal, tingginya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan job fair justru memperlihatkan kebutuhan akan lapangan pekerjaan yang masih besar. Kondisi ini, lanjutnya, harus menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan di daerah.

Kompetensi Pelamar vs Kebutuhan Industri

Kemal menilai persoalan utama bukan hanya menyediakan lowongan, tetapi juga memastikan keterampilan pelamar selaras dengan permintaan industri. Ia mendorong adanya keterhubungan antara program pelatihan, peningkatan keterampilan, dan pelaksanaan job fair.

"Artinya, persoalan kita bukan semata-mata menyediakan lowongan pekerjaan, tetapi juga memastikan kompetensi pencari kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Ini yang harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagaimana program pelatihan, peningkatan keterampilan, sampai Job Fair bisa saling terhubung," kata Kemal.

Pemetaan kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha dan industri dinilai penting dilakukan sebelum pelatihan digelar. Dengan begitu, keterampilan yang diajarkan pemerintah bisa lebih terarah pada bidang yang benar-benar dicari pasar kerja.

Job Fair Online dan Perlunya Evaluasi Berkala

Pemkot Tangerang sebenarnya telah menyediakan akses ketenagakerjaan melalui kanal Job Fair Online. Pada edisi perayaan Kemerdekaan Agustus 2026 lalu, tercatat ada 2.126 lowongan dari 16 perusahaan yang membuka 69 formasi jabatan.

Meski angka tersebut terbilang besar, Kemal menekankan perlunya tindak lanjut pasca-kegiatan. Ia meminta data lanjutan yang akurat, seperti jumlah pelamar yang diterima, bidang pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja, serta evaluasi berkala terhadap efektivitas program.

"Kami berharap program ketenagakerjaan ini tidak berhenti pada kegiatan Job Fair saja. Harus ada tindak lanjut dan evaluasi secara berkala, termasuk data berapa pelamar yang diterima, berapa yang benar-benar bekerja, serta bidang pekerjaan apa yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja," tegasnya.

Yang Perlu Disiapkan Pencari Kerja di Tangerang

Bagi para pencari kerja, khususnya lulusan perguruan tinggi di Kota Tangerang, perubahan fokus ini menjadi pengingat pentingnya mengasah keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Pemerintah daerah berencana mengarahkan program pelatihan agar lebih spesifik pada bidang yang dibutuhkan perusahaan.

Pantau terus kanal Job Fair Online milik Pemkot Tangerang untuk melihat lowongan terbaru. Siapkan portofolio dan dokumen lamaran yang mencerminkan kompetensi spesifik sejak awal, karena persaingan tidak hanya soal gelar akademik.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks