SERANG — Pembinaan kesiswaan dan kepemimpinan PKBM Al-Aziziyah diikuti sekitar 200 warga belajar dari sejumlah program kesetaraan. Turut hadir perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ketua Forum PKBM Kota Serang Jafarudin, serta tamu undangan dari PKBM se-Kota Serang.
Kepala PKBM Al-Aziziyah Nanang Faruqi menyebut kegiatan itu sebagai bekal kepemimpinan bagi generasi muda. Menurutnya, warga belajar berpeluang menjadi pemimpin di berbagai bidang pada masa mendatang.
"Peserta akan diberikan materi mengenai kepemimpinan karena ke depannya generasi muda tidak menutup kemungkinan akan menjadi pemimpin. Kita berupaya mencetak pemimpin sejak dini," ujar Nanang.
Selain kepemimpinan, pembinaan diarahkan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Pemahaman warga belajar mengenai pentingnya pendidikan juga menjadi bagian materi.
Nanang berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal warga belajar mengembangkan potensi diri. Persiapan masa depan menjadi salah satu fokus kegiatan tersebut.
Ketua Forum PKBM Kota Serang Jafarudin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan kepemimpinan dapat menjadi contoh bagi PKBM lain dalam pengembangan karakter warga belajar.
"Kami sangat mengapresiasi dan bangga kegiatan seperti ini bisa terlaksana dan dapat dicontoh oleh PKBM lainnya. Mudah-mudahan saat menerima materi lebih semangat, dapat dipahami serta dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari," kata Jafarudin.
Ia berharap kegiatan itu tidak berhenti pada pengetahuan. Jafarudin mendorong lahirnya pemikiran dan gagasan baru dari warga belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (Paudni) Mulyadi menjelaskan pendidikan nonformal memiliki karakter fleksibel. Peserta tidak terikat ketentuan seragam sebagaimana pendidikan formal.
"Pendidikan nonformal tidak terikat dengan seragam. Sangat fleksibel, bisa menggunakan sarung, peci, tapi tidak mengurangi makna pendidikan," jelas Mulyadi.
Mulyadi mengingatkan warga belajar memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Kemajuan teknologi disebutnya harus mendukung proses belajar dan pengembangan diri.
"Jangan terlena dengan aplikasi game. Manfaatkan yang baiknya, buang yang buruknya. Kini zaman sudah canggih, apa yang kita inginkan akan ketemu di HP. Ambil positifnya dan manfaatkan khususnya untuk belajar," ujarnya.
Mulyadi juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran. Perubahan administrasi dari dokumen fisik ke elektronik disebutnya akan terus berjalan.
Dalam kesempatan itu, Mulyadi meminta warga belajar serius menyelesaikan pendidikan. Ijazah PKBM dapat digunakan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun sebagai syarat melamar pekerjaan.
"Kita di pemerintah sedang menertibkan administrasi kewarganegaraan, maka adik-adik ini harus serius untuk menyelesaikan pendidikan di PKBM karena ijazah PKBM akan terpakai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, kemudian pun bisa untuk melamar pekerjaan," katanya.
Ia berharap warga belajar yang memilih PKBM sebagai jalur pendidikan mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh hingga selesai.
"Setelah adik-adik masuk dan belajar di PKBM harus selesai dan lebih serius lagi," pungkasnya.