BANTEN — Kebakaran melanda kawasan hutan hujan Amazon yang telah mengalami deforestasi di Autazes, Amazonas, Brasil, saat musim kemarau. Fenomena El Nino memperparah kondisi kekeringan sehingga api mudah menyebar di area yang sebelumnya dibuka untuk alih fungsi lahan. Peristiwa ini menambah tekanan terhadap hutan tropis terbesar dunia yang berfungsi sebagai penyerap karbon global.
El Nino disebut sebagai salah satu faktor yang memperburuk situasi. Fenomena iklim ini memicu kemarau panjang dan menurunkan kelembaban tanah, sehingga lahan terbuka lebih rentan tersulut api.
Hutan yang sudah dibuka kehilangan kanopi pelindung yang biasanya menjaga kelembaban di bawahnya. Akibatnya, tanah dan sisa vegetasi di permukaan cepat mengering saat curah hujan menurun drastis.
Praktik pembukaan lahan, baik untuk pertanian maupun peternakan, kerap meninggalkan material organik yang mudah terbakar. Kombinasi cuaca kering dan material tersebut mempercepat penyebaran api ke area sekitarnya.
Amazon berfungsi sebagai penyerap karbon dalam jumlah besar. Ketika terbakar, hutan melepaskan karbon yang tersimpan kembali ke atmosfer dan memperburuk pemanasan global.
Asap dari kebakaran dapat menurunkan kualitas udara di wilayah sekitar, termasuk kota-kota di Brasil dan negara tetangga. Kabut asap juga berpotensi mengganggu penerbangan dan aktivitas warga.
Kerusakan pada ekosistem hutan menekan populasi satwa endemik. Pemulihan lahan yang terbakar membutuhkan waktu puluhan tahun, bahkan sebagian tidak kembali ke kondisi semula.
Brasil rutin menghadapi musim kemarau setiap tahun, namun intensitasnya bervariasi bergantung pada pola iklim. El Nino membuat periode kering berlangsung lebih lama dan curah hujan jauh di bawah normal.
Pemerintah Brasil dan lembaga lingkungan terus memantau titik panas di wilayah Amazon. Upaya pemadaman menghadapi kendala akses ke lokasi terpencil dan keterbatasan sumber daya.
Tekanan internasional terhadap pelestarian Amazon tetap tinggi mengingat perannya dalam menekan laju perubahan iklim global. Peristiwa kebakaran di Autazes menjadi pengingat bahwa deforestasi memperbesar risiko kebakaran di musim kemarau.