BANTEN — Pertandingan final yang berlangsung di venue megah, Minggu (19/7/2026), berjalan ketat sejak menit awal. Satu-satunya gol kemenangan Spanyol tercipta di babak pertama melalui skema serangan balik cepat yang membongkar pertahanan kokoh Argentina.
Satu Gol Cukup untuk Taklukkan Albiceleste
Spanyol tampil efisien di laga pamungkas. Meski tidak mendominasi penguasaan bola seperti biasanya, tim asuhan Luis de la Fuente mampu memaksimalkan peluang emas yang didapat.
Gol tunggal tersebut lahir dari kerja sama apik lini tengah yang langsung diakhiri dengan tembakan terukur ke sudut gawang Emiliano Martinez. Argentina yang mengandalkan Lionel Messi dan Julian Alvarez kesulitan menembus pertahanan berlapis Spanyol.
Arti Kemenangan: Gelar Kedua dan Perburuan Rekor
Dengan hasil ini, Spanyol mengoleksi dua trofi Piala Dunia — setelah sebelumnya juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Kini mereka masuk dalam jajaran elit negara dengan lebih dari satu gelar juara dunia.
Brasil masih kokoh di puncak daftar peraih trofi terbanyak dengan lima gelar. Disusul Jerman dan Italia dengan empat trofi, lalu Argentina, Prancis, dan Uruguay dengan dua gelar — bersama Spanyol kini.
Pertahanan Kokoh Jadi Kunci Sukses Spanyol
Sepanjang turnamen, Spanyol hanya kebobolan tiga gol. Catatan impresif ini menjadi fondasi utama perjalanan mereka menuju gelar juara.
Duo bek tengah dan kiper andalan tampil disiplin tinggi. Argentina, yang mencetak 12 gol sebelum final, gagal menemukan celah di laga puncak.
Argentina Gagal Ulang Sukses 2022
Kekalahan ini menghentikan langkah Argentina yang datang sebagai juara bertahan usai menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Albiceleste sejatinya tampil dominan di babak kedua, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka pulang dengan tangan hampa.
Lionel Messi, yang tampil di final Piala Dunia ketiganya, gagal memberikan kontribusi gol. Ini kemungkinan menjadi laga terakhir sang megabintang di panggung Piala Dunia.