Pencarian

Remaja 13 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Cisadane di Tangsel, Tim SAR Gabungan Sisir Bantaran 3 Kilometer

Minggu, 26 Juli 2026 • 18:45:31 WIB
Remaja 13 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Cisadane di Tangsel, Tim SAR Gabungan Sisir Bantaran 3 Kilometer
Tim SAR gabungan menyisir bantaran Sungai Cisadane sejauh tiga kilometer untuk mencari remaja berusia 13 tahun yang hilang terseret arus.

TANGERANG SELATAN — Seorang remaja berusia 13 tahun, NAS, warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, hilang terseret arus Sungai Cisadane pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 14.40 WIB. Ia tengah berenang bersama enam temannya di bawah Perumahan Pesona Serpong, kawasan yang dikenal memiliki arus cukup deras. Tim SAR gabungan langsung dikerahkan dan memulai penyisiran sejak Sabtu sore hingga hari ini.

Korban Tidak Bisa Berenang, Rekan Gagal Memberi Pertolongan

Berdasarkan keterangan Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari, korban diduga tidak mahir berenang sehingga terseret arus saat berada di sungai. “Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tidak berhasil akibat derasnya arus di lokasi kejadian,” ujar Desiana dalam pernyataannya, Minggu (26/7).

Informasi awal yang diterima SAR menyebutkan bahwa NAS bersama rombongan bermain dan mandi di Sungai Cisadane. Setelah beberapa saat, teman-temannya menyadari NAS sudah tidak tampak dan langsung mencari, tetapi tidak menemukan. Laporan ke pihak berwenang pun disampaikan pada Sabtu sore.

Tiga Unit SAR Dikerahkan, Radius Pencarian 300 Meter hingga 3 Kilometer

Untuk mengoptimalkan pencarian, personel SAR gabungan dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). “Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dengan radius kurang lebih 300 meter, dilanjutkan penyisiran menggunakan perahu karet ke arah utara sejauh tiga kilometer, serta penyisiran visual melalui jalur darat di sepanjang bantaran sungai ke arah utara sejauh dua kilometer,” papar Desiana.

Personel yang diterjunkan membawa peralatan SAR air lengkap. Selain Rescue Kantor SAR Jakarta, operasi ini melibatkan TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah setempat. “Kami mengedepankan keselamatan personel serta koordinasi yang baik agar proses pencarian berlangsung efektif dan optimal,” tambahnya.

Imbauan Keselamatan di Sungai Saat Musim Hujan

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan air di Sungai Cisadane yang kerap memakan korban jiwa, terutama saat musim hujan ketika arus meningkat. Masyarakat diimbau untuk tidak berenang di sungai tanpa pengawasan dan perlengkapan keselamatan, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang belum mahir berenang. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam tahap pencarian dan belum ditemukan.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks