TANGERANG — Kepala Dishub Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menyatakan pengawasan lalu lintas kini tidak lagi mengandalkan laporan dari lapangan semata. Melalui ATCS, petugas di ruang kontrol dapat melihat langsung kondisi terkini di puluhan persimpangan strategis dan langsung menerjunkan personel ke titik yang mulai padat.
"Melalui ATCS, pengaturan arus kendaraan diharapkan semakin cepat, efektif, dan responsif dalam mendukung mobilitas masyarakat Kota Tangerang," ujar Achmad Suhaely di Tangerang, Sabtu.
Kehadiran Petugas di Lapangan Tetap Kunci Utama
Meski teknologi dioptimalkan, Dishub tidak menempatkan kamera sebagai pengganti manusia. Instruksi tegas pun disampaikan kepada seluruh jajaran untuk memperkuat patroli dan pengaturan di titik-titik rawan macet.
"Setiap petugas Dishub merupakan representasi pemerintah di tengah masyarakat sehingga diminta menjaga semangat, disiplin, dan sigap dalam menjalankan tugas di lapangan," kata dia menegaskan.
Target: Jaga Perekonomian Warga Tetap Bergerak
Upaya pengendalian kemacetan ini tidak semata soal kenyamanan berkendara. Dishub menilai kelancaran arus lalu lintas memiliki efek langsung terhadap aktivitas ekonomi dan produktivitas harian masyarakat Kota Tangerang.
"Kita mungkin tidak bisa menghilangkan kemacetan sepenuhnya. Namun, yang bisa dan harus kita lakukan adalah hadir di lapangan untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Kehadiran petugas menjadi hal yang paling penting," ujar Maryono.
Ia menambahkan, seluruh personel diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi. Pelayanan yang cepat dan responsif menjadi standar yang harus diberikan kepada pengguna jalan di kota penyangga Jakarta tersebut.