Pencarian

Robot Darat Ukraina VORON Lawan Drone FPV dengan Tembak Jaring, Bisa Angkut Logistik 250 Kg

Kamis, 06 Agustus 2026 • 04:41:31 WIB
Robot Darat Ukraina VORON Lawan Drone FPV dengan Tembak Jaring, Bisa Angkut Logistik 250 Kg
Robot darat VORON dari Ukraina dilengkapi modul peluncur jaring untuk menetralisir drone FPV.

BANTEN — Ancaman drone FPV (First Person View) di medan perang modern telah memaksa lahirnya inovasi pertahanan baru. Salah satu yang terbaru datang dari Ukraina melalui perusahaan SMART BIRDS, yang mengenalkan VORON, sebuah robot darat yang tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan logistik, tetapi juga sebagai unit pertahanan udara darat dengan sistem penembak jaring.

Sistem Pertahanan Udara Berbasis Jaring

Alih-alih menggunakan proyektil eksplosif atau sistem peperangan elektronik, VORON mengandalkan modul peluncur jaring bernama Pavuk. Setiap platform dapat membawa hingga delapan modul peluncur yang dipasang di berbagai sisi, memungkinkan cakupan 360 derajat terhadap ancaman yang datang dari segala arah.

Jaring yang ditembakkan memiliki jangkauan efektif hingga 45 meter. Setelah terbang sejauh 5 meter, jaring akan mengembang sempurna membentuk radius pertahanan 5 meter untuk menjerat baling-baling drone musuh. Setiap modul peluncur berbobot 4 kg dan dapat diisi ulang serta ditembakkan berulang kali dalam satu pertempuran.

Pengoperasiannya dilakukan secara manual oleh operator melalui panel kendali. Operator akan melihat ancaman melalui kamera onboard dan memutuskan waktu yang tepat untuk menembak. Setiap senapan jaring dilengkapi dua jaring yang dipasang pada sudut berbeda untuk mengantisipasi pola serangan drone yang melayang diam maupun yang sedang bergerak mendekat.

"Operator UGV, setelah melihat ancaman melalui kamera, dapat menembak dari panel kendali. Senapan jaring yang dilengkapi memiliki dua jaring untuk menembak, dipasang pada sudut yang berbeda relatif terhadap cakrawala, yang memungkinkan untuk menetralisir drone yang menunggu dan drone yang sedang mendekat. Jika perlu, senapan jaring dapat diisi ulang dan ditembakkan berulang kali," ujar perwakilan SMART BIRDS.

Lebih dari Sekadar Penangkal Drone

VORON dirancang sebagai platform serbaguna. Selain menetralisir drone, robot ini memiliki spesifikasi yang cukup mumpuni untuk tugas-tugas pendukung di garis depan. Dengan bobot kosong 120 kg, VORON mampu membawa muatan hingga 250 kg dalam kondisi standar, dan dapat ditingkatkan hingga 400 kg untuk jarak tempuh pendek.

Kemampuan angkut yang besar ini bukan tanpa alasan. Pihak pengembang secara khusus merancang kapasitas angkut ekstra untuk kebutuhan evakuasi personel yang terluka dari medan pertempuran.

"Kami memperkirakan bahwa terkadang UGV juga harus mengevakuasi personel, jadi kami membangun kapasitas angkat yang lebih besar," kata perwakilan perusahaan.

Ditenagai baterai, robot ini melaju dengan kecepatan maksimum 15 km/jam dan memiliki jangkauan operasional hingga 30 km dalam sekali pengisian daya. Angka-angka ini menempatkan VORON dalam kategori robot darat ringan untuk dukungan garis depan, bukan untuk transportasi logistik berat.

Status Pengembangan dan Keterbatasan

Saat ini VORON masih dalam proses kodifikasi untuk adopsi militer resmi. Pihak pengembang juga berencana menambahkan modul misi khusus lainnya di masa mendatang. Namun, perlu dicatat bahwa seluruh spesifikasi jangkauan intersepsi dan keandalan perangkat ini masih berdasarkan klaim pabrikan semata. Belum ada verifikasi independen dari badan uji militer atau data dari penempatan di medan perang.

Sistem berbasis jaring memang memiliki keterbatasan inheren, terutama saat menghadapi drone yang bergerak cepat atau bermanuver menghindar. Bagaimana performa VORON dalam kondisi cuaca buruk, medan berat, atau gangguan elektronik masih menjadi pertanyaan besar hingga data lapangan yang lebih luas tersedia.

Bagi militer Ukraina yang menghadapi serangan drone murah dalam jumlah masif, pendekatan fisis seperti ini menawarkan alternatif biaya yang lebih rendah dibandingkan rudal pencegat. Namun, efektivitasnya di tengah hiruk-pikuk medan perang elektronik modern masih harus dibuktikan.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks