Mengapa Inggris Baru Sekarang Membagikan Teknologi Ini?
BANTEN — Langkah ini berbanding terbalik dengan sikap Presiden AS Donald Trump yang mundur dari janji mengizinkan Ukraina memproduksi pencegat pertahanan udara Patriot buatan Amerika. Ukraina selama ini kesulitan menutup celah pertahanan udara akibat ketergantungan pada pasokan eksternal.
Karan Vassil, analis dari firma intelijen Sibylline, menilai keputusan ini lebih banyak didorong faktor politik. "Amerika Serikat tidak bersedia memasok pencegat untuk sistem rudal Patriot, sehingga terdapat celah dalam pertahanan udara dan rudal Ukraina, yang selama ini dieksploitasi Rusia," jelasnya.
Storm Shadow vs Produksi Drone Lokal Ukraina
Storm Shadow, yang dikenal sebagai SCALP di Prancis, memiliki jangkauan sekitar 560 km dan mampu menghantam target sejauh 240 km di dalam wilayah Rusia. Angka ini jauh di bawah drone buatan lokal seperti rudal jelajah FP-5 Flamingo yang mencapai 3.000 km. Namun perbedaannya terletak pada fungsi.
Jika drone Ukraina efektif untuk target "lunak", Storm Shadow dirancang untuk menghancurkan target "keras" seperti lokasi berbenteng tebal dan instalasi militer yang dijaga ketat. Sistem navigasi canggihnya memungkinkan operasi pada malam hari dan segala kondisi cuaca.
Rudal ini terbukti dalam operasi nyata. Tahun lalu, militer Ukraina menggunakannya untuk menyerang pabrik kimia dan kilang Novoshakhtinsk, salah satu pemasok produk minyak terbesar di Rusia selatan. Tahun ini, Storm Shadow menghantam markas besar angkatan laut Rusia di Sevastopol, Krimea.
Seberapa Siap Industri Pertahanan Ukraina?
Keir Giles dari lembaga riset Chatham House meyakini Ukraina memiliki kapasitas untuk memproduksi sistem senjata canggih ini begitu cetak birunya diterima. "Ukraina, di bawah tekanan perang demi kelangsungan hidup bangsa, mengembangkan industri pertahanan yang sangat tangkas, bermotivasi tinggi, dan terdistribusi, yang jauh lebih maju dalam adaptasi terhadap kebutuhan saat ini dibanding beberapa mitranya di Eropa Barat, termasuk Inggris," ujarnya.
Ukraina memang sudah meningkatkan produksi militer domestiknya, merakit drone dan rudal jarak jauh secara mandiri. Namun produksi Storm Shadow tetap menjadi tantangan tersendiri. Satu unit rudal ini diperkirakan menelan biaya produksi sekitar USD 1 juta, sehingga pengerahannya jauh lebih selektif dibanding rentetan drone murah. Vassil menambahkan, "Produksi berlisensi memberi Ukraina akses ke pengetahuan dan proses industri yang jika tidak, akan memakan waktu dan sumber daya sangat besar untuk direproduksi."
Kapan Produksi Massal Dimulai?
Prancis dan Inggris berharap dapat membantu Ukraina membangun jalur produksi akhir tahun ini. Namun kompleksitas teknis yang melekat pada sistem senjata ini—hasil riset dan pengembangan Inggris-Prancis selama beberapa dekade—berarti prosesnya tidak bisa instan. Estimasi realistis menyebutkan, dari penandatanganan kontrak hingga pengiriman pertama, dibutuhkan waktu sekitar dua tahun.
Bagi Ukraina, keputusan ini bukan sekadar tambahan amunisi. Akses ke teknologi produksi berarti kemandirian pertahanan jangka panjang yang tidak lagi bergantung pada pasokan dan izin politik negara lain.