Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak kalangan akademisi terlibat aktif mewujudkan kemandirian pangan daerah. Ajakan itu disampaikan saat membuka Food Security Symposium 2026 yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Serang. Simposium berskala internasional tersebut diikuti 180 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset.
SERANG — Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai perguruan tinggi punya peran strategis mendorong Banten menjadi lumbung pangan. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar target kemandirian pangan tidak berhenti di tataran wacana.
Ia menyampaikan hal itu saat memberi sambutan pada Food Security Symposium 2026 yang diinisiasi Fakultas Pertanian Untirta. Forum tersebut digelar secara hibrida dan melibatkan dosen, peneliti, serta mahasiswa dari sejumlah kampus.
Simposium Jadi Wadah Diskusi Lintas Sektor
Dimyati menilai simposium bermanfaat sebagai ruang diskusi yang menghasilkan referensi bagi pemerintah, petani, masyarakat, hingga pelaku industri. Referensi itu diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pangan daerah.
"Termasuk melalui pelaksanaan Food Security Symposium 2026 yang diinisiasi oleh Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)," tuturnya di Serang, Banten, Senin, saat memberikan sambutan pada simposium.
Ia berharap forum itu mendorong terwujudnya kemandirian pangan di Banten. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat bergantung pada kemampuan daerah mencukupi kebutuhan pangannya sendiri.
"Tujuannya agar tercipta kemandirian pangan dan Banten dapat menjadi lumbung pangan demi kesejahteraan masyarakat. Itu kunci utamanya," kata Wagub Dimyati.
Riset dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Utama
Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman menjelaskan kegiatan berskala internasional ini berfokus pada riset dan penguatan ketahanan pangan. Menurutnya, simposium ini sangat sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Banten maupun pemerintah pusat.
"Saya kira kegiatan ini selaras dengan program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan yang juga menjadi program prioritas pemerintah pusat," katanya.
Food Security Symposium 2026 diselenggarakan secara hibrida dan diikuti oleh 180 peserta. Para peserta terdiri atas dosen, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Sejumlah kampus yang terlibat antara lain Untirta, Universitas Andalas, Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Aisyah Jakarta.