LEBAK — Rehabilitasi gedung MIS Mathla'ul Anwar Citepuseun dikerjakan melalui Program Sakola Banten, hasil kolaborasi PT PLN (Persero) UID Banten, Yayasan Relawan Kampung Indonesia (YRKI), pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat setempat. Dukungan PLN disalurkan lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Cakupannya meliputi peningkatan sarana dan prasarana sekolah, fasilitas sanitasi dan air bersih, serta ruang pendukung pembelajaran.
Amir Hamzah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam terlaksananya program tersebut.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PLN (Persero) UID Banten, Yayasan Relawan Kampung Indonesia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Lebak," ujar Amir.
Fasilitas Layak Dinilai Menunjang Proses Belajar
Menurut Amir, fasilitas belajar yang layak, aman, dan nyaman dapat menunjang proses pendidikan sekaligus memberi suasana lebih baik bagi siswa dan tenaga pendidik. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan," katanya.
Sinergi tersebut, lanjut Amir, perlu terus diperkuat agar berbagai kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan dapat ditangani bersama-sama. Ia berharap rehabilitasi gedung MIS Mathla'ul Anwar Citepuseun memberi manfaat langsung bagi siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
"Yang paling utama adalah bagaimana fasilitas yang telah diberikan ini bisa dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujar Amir.
Dukungan PLN Lewat Program TJSL
Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PT PLN (Persero) UID Banten, Novianto Hericahyo, menyebut Program Sakola Banten sebagai bentuk kolaborasi untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan pendidikan.
"Program Sakola Banten merupakan wujud kolaborasi PLN bersama YRKI, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menghadirkan lingkungan belajar yang layak, aman, dan nyaman bagi generasi penerus bangsa," kata Novianto.
Ia menjelaskan, dukungan PLN diberikan melalui program TJSL yang mencakup peningkatan sarana dan prasarana sekolah, fasilitas sanitasi dan air bersih, serta ruang pendukung pembelajaran.
"Melalui program TJSL, PLN UID Banten memberikan dukungan berupa peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Peningkatan fasilitas sanitasi dan air bersih, serta ruang pendukung pembelajaran," ujarnya.
Novianto berharap dukungan tersebut dapat menunjang proses belajar mengajar sehingga para siswa memperoleh fasilitas pendidikan yang lebih memadai.
Mathla'ul Anwar Harap Manfaat Berkelanjutan
Pengurus Besar Mathla'ul Anwar, Jazuli Juwaini, turut menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program rehabilitasi tersebut. Ia berharap keberadaan fasilitas sekolah yang telah diperbaiki memberikan manfaat nyata bagi siswa MIS Mathla'ul Anwar Citepuseun.
"Kami menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Program Sakola Banten ini. Semoga bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan dan meningkatkan kenyamanan siswa dalam menuntut ilmu," kata Jazuli.
Kegiatan ditandai dengan serah terima simbolis bantuan rehabilitasi sekolah sebagai bagian dari rangkaian Program Sakola Banten. Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan bantuan program sambungan listrik gratis kepada penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap akses energi bagi masyarakat.