PT Bank Central Asia (BCA) memproduksi 1.800 tas berbahan 205 kain tenun Badui asal Lebak, Banten, dengan pewarna alami dan alat tenun tradisional gedogan. Pembinaan penenun binaan sepanjang 2025 menambah penghasilan komunitas lebih dari Rp367 juta atau tumbuh 34 persen secara tahunan. Produk tersebut dibagikan sebagai suvenir nasabah dalam BCA Wealth Summit 2026 pertengahan September 2026.
LEBAK — Kain tenun Badui yang dipakai untuk 1.800 tas tersebut dibuat secara manual memakai alat tenun tradisional gedogan. Motifnya berupa garis-garis kotak atau corak geometris yang melambangkan kerukunan, kebersamaan, dan keselarasan hidup masyarakat adat Badui.
Produksi tas itu melibatkan teman disabilitas sebagai mitra kerja BCA. Pewarna yang digunakan seluruhnya berasal dari bahan alami, bukan zat kimia.
Penenun Binaan Raup Tambahan Rp367 Juta Sepanjang 2025
Pembinaan yang berjalan selama ini berdampak pada peningkatan ekonomi komunitas penenun. Sepanjang 2025, tambahan penghasilan penenun mencapai lebih dari Rp367 juta atau tumbuh 34 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Angka itu mencakup kain hasil pelatihan maupun produk turunan yang difasilitasi perbankan. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyebut dampak tersebut sebagai hasil pendampingan berkelanjutan.
"Memiliki motif garis-garis kotak atau corak geometris, kain ini melambangkan kerukunan, kebersamaan, dan keselarasan hidup dalam masyarakat adat Badui," kata Hera dalam keterangan di Tangerang, Jumat.
Produk Wastra Warna Alam Dipamerkan di BCA Wealth Summit 2026
BCA membawa produk para penenun binaan ke gelaran BCA Wealth Summit 2026 pada pertengahan September 2026. Tas dari kain tenun Badui menjadi salah satu suvenir bagi nasabah yang hadir.
Forum edukasi finansial tahunan itu dihadiri nasabah undangan. Kehadiran produk binaan Bakti BCA di sana menjadi jalan memperkenalkan wastra warna alam ke khalayak lebih luas.
Industri ecofashion yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan disebut memiliki peminat semakin tinggi. Posisi itu membuka peluang pasar baru bagi penenun di daerah.
Pembinaan Wastra Warna Alam Juga Berjalan di Sumut, TTS, dan Sumba Timur
Program pembinaan wastra warna alam Bakti BCA sudah berjalan di Sumatra Utara, Badui, Timor Tengah Selatan, dan Sumba Timur. Tiap wilayah punya karakter bahan dan motif berbeda.
"Kami berharap kehadiran produk wastra warna alam binaan kami menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk tenun dengan pewarna alami ke khalayak yang lebih luas. Di mana, program pembinaan wastra warna alam Bakti BCA sudah berjalan di Sumatra Utara, Badui, Timor Tengah Selatan, dan Sumba Timur," ujar Hera F. Haryn.
Perluasan pasar lewat forum nasabah menjadi salah satu cara menjaga keberlanjutan ekosistem tenun. Bagi penenun Lebak, pesanan 1.800 tas itu menambah volume kerja di luar kain lembaran yang biasa dijual.