BANTEN — Cinépolis Cinemas Indonesia resmi menghadirkan program Sala de Arte di Tanah Air, sebuah ruang pemutaran khusus untuk film alternatif, klasik, festival, dan dokumenter. Program yang pertama kali lahir di Meksiko pada Juni 2012 ini akan dibuka lewat Marathon Screening pada 15 Oktober 2026 di enam kota, sehari sebelum jadwal tayang reguler dimulai. KlikFilm dipercaya sebagai kurator sekaligus partner dalam memilih film yang akan ditayangkan.
Konsep Sala de Arte pertama kali hadir di Meksiko pada Juni 2012 sebagai ruang bagi film alternatif, film klasik, film festival, dan dokumenter. Hingga kini, program tersebut berjalan permanen di lebih dari 25 layar Cinépolis di Meksiko dan telah berkembang ke sejumlah negara lain seperti Chile, Costa Rica, dan Guatemala. Kehadiran Sala de Arte di Indonesia menjadi langkah ekspansi berikutnya, dengan KlikFilm Showcase sebagai wajah lokal program ini.
CEO Cinépolis Cinemas Indonesia, Alejandro Aguilera Garibay, mengungkap tujuan program ini dalam konferensi pers di Cinépolis Senayan Park, Kamis (8/10/2026). Menurutnya, Sala de Arte dirancang untuk memberi alternatif tontonan bagi penggemar film di Indonesia.
"Sala de Arte adalah ruang bagi film-film dari seluruh dunia yang kami yakini layak untuk mendapatkan ruang tersebut," tutur Alejandro. Ia menambahkan, "Klik Film menjadi rekan kami dalam mencari film dan kami memberi kesempatan pada film tersebut untuk ditampilkan di layar lebar."
Semangat yang Sama Sejak 2012
Dalam pernyataan tertulisnya, Alejandro menyebut penonton Indonesia berhak menikmati sinema dunia dengan standar yang sama baiknya di mana pun mereka berada. Ia menegaskan semangat itu sudah dijalankan di Meksiko sejak 2012 dan kini dibawa ke Indonesia.
"Itulah semangat Sala de Arte, yang sejak 2012 kami jalankan di Meksiko dan kini kami bawa ke Indonesia, agar film-film pilihan dunia selalu punya tempat di layar bioskop," ujarnya.
Enam Kota, Tiga Film, Satu Harga Tiket
Peluncuran Sala de Arte dibuka dengan Marathon Screening pada 15 Oktober 2026, sehari sebelum jadwal tayang reguler. Tiga film diputar berturut-turut dalam sesi ini, yakni Sheep in the Box, Aftersun, dan NAZA, dengan harga tiket Rp60.000.
Tiket mulai dijual pada 9 Oktober 2026 melalui cinepolis.co.id. Marathon Screening digelar serentak di enam lokasi:
- Cinépolis Senayan Park (Jakarta)
- Cinépolis Lippo Plaza Jogja (Yogyakarta)
- Cinépolis Depok Town Square (Depok)
- Cinépolis Malang Town Square (Malang)
- Cinépolis Java Supermal (Semarang)
- Cinépolis Lippo Plaza Medan (Medan)
Kenapa Program Ini Penting untuk Penonton Indonesia
Kehadiran Sala de Arte menambah pilihan tontonan di luar arus utama bagi penonton Indonesia, terutama mereka yang mencari film festival dan dokumenter yang jarang masuk jadwal bioskop reguler. Model kurasi yang menggandeng KlikFilm menunjukkan pendekatan berbeda dari sekadar menayangkan film laris.
Dengan jadwal tayang reguler setelah 15 Oktober 2026, program ini akan menjadi tolok ukur apakah film alternatif bisa mendapat tempat stabil di jaringan bioskop besar Indonesia.