Pencarian

Bahaya BPA pada Kesuburan Perempuan: Kata Dokter soal Paparan Berulang

Selasa, 13 Oktober 2026 • 14:51:31 WIB
Bahaya BPA pada Kesuburan Perempuan: Kata Dokter soal Paparan Berulang
Ketua POGI Prof. Budi Wiwieko menjelaskan proses metabolisme BPA di dalam tubuh.

BANTEN — Paparan bisfenol A (BPA) berulang dari kemasan makanan dan minuman bisa terakumulasi di tubuh, dan sekitar 5–10 persen di antaranya tidak keluar lewat urine. Ketua POGI, Prof. Budi Wiwieko, menjelaskan bagaimana sisa BPA menumpuk dan mengapa perempuan perlu lebih waspada terhadap risiko gangguan kesuburan.

BPA masuk ke tubuh lewat makanan, minuman, atau kemasan yang dipakai berulang. Hati berperan menonaktifkan zat ini sebelum dibuang melalui urine. Persoalannya, tidak semua BPA berhasil keluar dengan sempurna.

Bagaimana BPA Diproses di Dalam Tubuh

Prof. Budi Wiwieko menjelaskan bahwa BPA yang masuk ke darah akan diinaktivasi oleh enzim yang dilepaskan hati. Proses ini adalah mekanisme alami tubuh untuk menonaktifkan zat asing sebelum dikeluarkan.

"BPA atau bisfenol, dia bisa dimetabolisme, ya, di hepar, ya, diinaktivasi. Jadi, kalau ada bisfenol di dalam darah akan diinaktivasi, dideaktivasi oleh enzim yang dilepaskan oleh hati," jelas Prof. Budi kepada detikcom, Jumat (9/10/2026).

Namun, proses tersebut tidak berjalan 100 persen. Ada sisa BPA yang tetap tertinggal dan menumpuk di dalam tubuh seiring waktu.

5–10 Persen BPA Tertinggal dan Terakumulasi

Menurut Prof. Budi, sebagian kecil BPA yang sudah dideaktivasi tetap tidak bisa dikeluarkan melalui urine. Sisa inilah yang kemudian menumpuk.

"Tetapi kemudian, tidak 100% BPA atau bisfenol yang sudah dideaktivasi itu bisa dikeluarkan melalui urine. Ada sisa-sisa, ya, 5 sampai 10% yang kemudian itu akan terakumulasi di dalam tubuh," sambungnya.

Akumulasi ini menjadi perhatian serius ketika paparan terjadi terus-menerus. Sumbernya bisa dari makanan, minuman, hingga kemasan yang digunakan sehari-hari.

Kapan Akumulasi BPA Mulai Mengganggu Hormon

Prof. Budi mengingatkan bahwa paparan berulang membuat BPA menumpuk sedikit demi sedikit. Dalam jumlah tertentu, tumpukan ini berpotensi mengganggu fungsi hormon reproduksi.

"Inilah yang kemudian bisa membahayakan kalau seorang perempuan terus-menerus, ya, terekspos dengan bisfenol, ya, apakah itu melalui makanan, melalui minuman, ya, sehingga sedikit demi sedikit ini akan terakumulasi di dalam tubuh," tuturnya.

Jika jumlahnya sudah banyak, gangguan pada fungsi hormon reproduksi bisa memicu risiko kesuburan dan masalah pada organ reproduksi lainnya.

Galon Guna Ulang dan Risiko BPA Meningkat

Selain makanan dan minuman, penggunaan kemasan secara berulang turut disoroti. Salah satu contohnya adalah galon guna ulang yang dicuci berkali-kali dan terpapar sinar matahari.

Prof. Budi menilai dua kondisi tersebut dapat meningkatkan kandungan BPA dalam air yang tersimpan di dalam kemasan.

"Dan kita tahu juga risiko-risiko bila menggunakan kemasan yang digunakan berulang, ya salah satu contoh galon, ya, isi (guna) ulang, yaitu salah satu risikonya dengan dia dicuci, pencucian berulang kali, exposure dengan sinar matahari, itu juga justru akan meningkatkan kandungan BPA di dalam air yang ada di dalam kemasan tersebut," ujarnya.

Yang Bisa Ibu Lakukan Sehari-hari

Mengurangi paparan BPA bukan berarti harus menghindari semua kemasan. Mulai dari langkah kecil: kurangi pemakaian wadah plastik berulang untuk air panas, ganti kemasan yang sudah tergores atau keruh, dan pilih wadah kaca atau stainless untuk menyimpan makanan hangat.

Bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan atau menjalani program kesuburan, membatasi paparan berulang ini jadi salah satu bentuk kehati-hatian yang masuk akal.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Jika ibu mengalami gangguan siklus haid, kesulitan hamil setelah setahun berusaha, atau keluhan pada organ reproduksi, sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan. Riwayat paparan lingkungan dan gaya hidup sehari-hari bisa jadi bahan diskusi yang berguna.

Pemeriksaan lebih dini membantu dokter memetakan penyebab dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Menjaga kesuburan tidak selalu soal hal besar. Mengurangi paparan BPA berulang dari kemasan sehari-hari adalah langkah kecil yang bisa dilakukan mulai sekarang, demi kesehatan reproduksi jangka panjang.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks