SERANG — Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menyatakan pemantauan distribusi terus dilakukan, terutama di lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan. Penyaluran BBM ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum di Banten dilaporkan berjalan lancar.
Selain Pertalite, penyaluran harian Biosolar pada periode yang sama tercatat naik 16 persen. Kenaikan dua jenis BBM bersubsidi itu terjadi dalam rentang Oktober 2026 dibandingkan Juni 2026.
Pemicu Kenaikan: Trafik Logistik Naik 22–24 Persen
Reno menyebut peningkatan kebutuhan BBM bersumber dari naiknya trafik logistik sebesar 22–24 persen pada 2026. Preferensi truk logistik mengisi BBM sebelum dan sesudah penyeberangan Merak menjadi salah satu penyebabnya.
"Peningkatan kebutuhan tersebut dikarenakan meningkatkan trafic logistik sebesar 22-24% pada 2026, dimana preferensi truk logistik mengisi BBM sebelum dan sesudah penyeberangan Merak," kata Reno, Rabu, 21 Oktober 2026.
Pasokan Harian Dialirkan dari Fuel Terminal Tanjung Gerem
Untuk menjaga ketersediaan BBM, Pertamina Patra Niaga memasok kebutuhan lembaga penyalur atau SPBU setiap hari dari Fuel Terminal Tanjung Gerem. Stok dilaporkan dalam kondisi baik dan tercukupi.
"Pasokan BBM terus dijaga agar memenuhi kebutuhan masyarakat, stok dalam kondisi baik dan tercukupi. Monitoring intensif terus dilakukan di titik-titik rawan kepadatan untuk memastikan pelayanan tetap optimal," ujar Reno.
Koordinasi Lintas Instansi demi Kelancaran Distribusi
Perusahaan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, ESDM Banten, BPH Migas, Ombudsman Banten, Jasa Marga, dan Polda Banten. Koordinasi itu dilakukan guna mendukung kelancaran distribusi BBM di wilayah tersebut.
Reno turut mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakannya secara bijak. Ia meminta warga menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk informasi layanan.
"Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan secara bijak. Info layanan hubungi Pertamina Contact Center 135," ungkap Reno.