BANTEN — Prakiraan BMKG mencakup seluruh wilayah administratif Banten, dari Kabupaten Pandeglang di ujung barat hingga Kota Tangerang Selatan di timur. Suhu udara di delapan daerah itu berkisar 22 sampai 34 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 91 persen di sejumlah titik.
Kabupaten Lebak mencatat suhu terendah, yakni 22–30 derajat Celsius, dengan kelembapan 62–91 persen. Sementara Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan memiliki suhu tertinggi, 27–34 derajat Celsius.
Rincian Prakiraan Cuaca di 8 Kabupaten dan Kota Banten
Berikut kondisi cuaca, suhu, dan kelembapan yang diprakirakan BMKG untuk masing-masing daerah:
- Kabupaten Pandeglang: hujan ringan, suhu 25–32 derajat Celsius, kelembapan 55–87 persen.
- Kabupaten Lebak: hujan ringan, suhu 22–30 derajat Celsius, kelembapan 62–91 persen.
- Kabupaten Tangerang: hujan ringan, suhu 26–33 derajat Celsius, kelembapan 56–88 persen.
- Kabupaten Serang: hujan ringan, suhu 25–32 derajat Celsius, kelembapan 57–91 persen.
- Kota Tangerang: hujan ringan, suhu 27–34 derajat Celsius, kelembapan 54–88 persen.
- Kota Cilegon: cerah berawan, suhu 26–33 derajat Celsius, kelembapan 54–91 persen.
- Kota Serang: hujan ringan, suhu 25–33 derajat Celsius, kelembapan 57–88 persen.
- Kota Tangerang Selatan: hujan ringan, suhu 27–34 derajat Celsius, kelembapan 51–87 persen.
Mengapa Cilegon Jadi Satu-satunya Daerah Cerah Berawan
Kota Cilegon berada di pesisir barat Banten dan menjadi satu-satunya wilayah yang diprakirakan tidak diguyur hujan. Kondisi cerah berawan di kota industri itu bertahan dengan kelembapan 54–91 persen, rentang yang tak jauh berbeda dari daerah lain.
Perbedaan prakiraan ini membuat warga Cilegon punya ruang lebih leluasa untuk aktivitas luar ruangan. Meski begitu, BMKG tetap mengingatkan bahwa kondisi cuaca bisa berubah sewaktu-waktu.
Antisipasi Warga: Payung hingga Waspada Jalan Basah
Warga Banten yang hendak beraktivitas disarankan menyiapkan perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan. Bagi pengendara, jalan basah berpotensi mengurangi daya cengkeram ban sehingga risiko selip meningkat.
BMKG meminta masyarakat memantau pembaruan prakiraan melalui kanal resmi lembaga tersebut. Informasi terkini diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi selama beraktivitas di luar ruangan.