LEBAK — Puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Banten itu digelar secara swadaya oleh keluarga besar pesantren. Ketua Presidium FSPP Banten KH Fadlullah menyebut penyelenggaraan mandiri sebagai wujud gotong royong dan kemandirian pesantren.
Kapolda Banten Brigjen Pol Hendra Kurniawan hadir beserta jajaran. Turut hadir Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, pengurus FSPP kabupaten/kota se-Banten, perwakilan MUI, Kanwil Kementerian Agama Banten, serta ulama dan tokoh masyarakat termasuk KH Embay Mulya Syarief.
Apa Isi Tiga Komitmen Kebangsaan Itu
Komitmen pertama menegaskan posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang sah, berjiwa patriotik, dan cinta tanah air. Para kiai dan santri menyatakan tanggung jawab menjaga keutuhan NKRI serta kerukunan dalam kemajemukan.
Komitmen kedua mendorong reformasi Polri agar semakin profesional, humanis, transparan, dan akuntabel. Setiap dugaan pelanggaran, termasuk dugaan penyadapan ilegal dan tindakan di luar prosedur, diminta ditangani secara objektif berdasarkan hukum.
Komitmen ketiga memperkuat kemitraan Polri dan pesantren. Kedua pihak diharapkan saling menguatkan dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar, menjaga persatuan, dan merawat kerukunan lewat komunikasi terbuka serta kerja sama nyata di lapangan.
Mengapa Kapolda Banten Hadir di Tengah Santri
Sambutan Presidium FSPP disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Manahijussadat, KH Sulaiman Effendi. Ia menilai kehadiran Kapolda Banten beserta jajaran menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kemitraan antara kepolisian dan pesantren.
Lewat sambungan telepon, KH Fadlullah menyampaikan bahwa semangat swadaya Pesona Santri Banten 2026 mencerminkan kontribusi pesantren dalam menggerakkan masyarakat. Ajang itu juga dinilai memberi ruang bagi santri untuk berperan lebih luas.
Rangkaian Kegiatan Sejak 22 Oktober
Pesona Santri Banten 2026 berjalan sejak 22 Oktober lewat Festival Santri Lebak. Sehari kemudian digelar Kompetisi Pencak Silat Santri di Pondok Pesantren Darel Azhar yang diikuti lebih dari 1.500 peserta dari berbagai daerah di Banten.
Rangkaian berlanjut dengan sarasehan pesantren dan Manahijussadat Open Marching Band pada 31 Oktober. Pada 7 November, FSPP menggelar Coaching Clinic Marching Band Santri dengan menghadirkan Aprilia Dewi Amanda, Duta Budaya Santriyah sekaligus mayoret asal Wonosobo, Jawa Tengah, diikuti 12 lembaga.
Di puncak acara, lima grup marching band tampil: Gema Insan Karima, Darel Azhar Marching Band, CSPA Corps Syi'ar Putri Al Mizan, Marching Band Gema Nada Manahijussadat, dan Marching Band Syiar Arrahmah Corps. Acara ditutup istigasah dan doa bersama yang dipimpin KH Anang Azhari, pimpinan Pondok Pesantren Al-Mizan sekaligus Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presidium FSPP Banten.
Harapan FSPP ke Pemprov Banten
FSPP berharap Pesona Santri Banten menjadi agenda tahunan yang membuka ruang lebih luas bagi santri mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan prestasi. Forum itu juga mendorong Pemprov Banten memberi dukungan berkelanjutan, terutama di bidang pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan kapasitas kelembagaan pesantren.
Melalui tema "Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas", pesantren menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Pesantren juga diposisikan sebagai kekuatan sosial yang berkontribusi menjaga persatuan dan membangun bangsa.