SERANG — Optimisme Baznas Kabupaten Serang untuk menaikkan penerimaan ZIS sebesar Rp2 miliar dalam satu periode kepengurusan bukan tanpa alasan. Ribuan pabrik yang beroperasi di kawasan industri Cikande, Ciruas, dan sekitarnya dinilai menyimpan potensi besar yang belum tersentuh maksimal.
Ketua Baznas Kabupaten Serang, Hasanudin, menyatakan bahwa pihaknya akan memaksimalkan seluruh sumber daya manusia yang ada. "Kami tentu akan memaksimalkan SDM yang ada di Baznas Kabupaten Serang supaya target pengumpulannya melebihi tahun kemarin. Insya Allah pengumpulan sebesar Rp28 miliar kita targetkan," ujarnya di Serang, Kamis.
Selama ini, pengumpulan ZIS di Kabupaten Serang lebih banyak bertumpu pada aparatur sipil negara (ASN) dan instansi pemerintah. Padahal, menurut data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat, terdapat lebih dari 300 perusahaan besar dan menengah yang beroperasi di kabupaten ini.
Hasanudin menjelaskan bahwa koordinasi intensif akan segera dilakukan dengan berbagai pihak. Tidak hanya dengan pemerintah daerah dan legislatif, tetapi juga dengan manajemen pabrik-pabrik tersebut. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap tantangan dari Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, yang meminta Baznas terus berinovasi.
"Perlu ada terobosan atau inovasi. Saya minta pimpinan Baznas untuk sering berkolaborasi, koordinasi, dan konsultasi dengan berbagai pihak, sehingga mereka dapat mempercayakan dana ZIS melalui Baznas," tegas Bupati Serang yang akrab disapa Ratu Zakiyah.
Bupati berharap, melalui sinergi yang kuat antara Baznas, pemerintah, dan sektor swasta, dana umat yang terkumpul bisa semakin besar. Manfaatnya pun diharapkan bisa dirasakan lebih luas oleh para mustahik di Kabupaten Serang.
Selama ini, dana ZIS yang dihimpun Baznas Kabupaten Serang digunakan untuk berbagai program sosial. Mulai dari bantuan pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa, layanan kesehatan gratis, hingga bantuan modal usaha mikro. Dengan target Rp28 miliar, jangkauan program-program tersebut diharapkan bisa diperluas hingga ke pelosok desa.
Langkah Baznas menyasar sektor industri ini menjadi angin segar. Pasalnya, selama ini banyak pekerja pabrik yang belum menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi. Baznas berharap, dengan pendekatan yang lebih persuasif dan transparan, para pengusaha dan pekerja di kawasan industri akan lebih percaya untuk menitipkan zakatnya.