CILEGON — Enam perguruan tinggi swasta di Banten menjadi lokasi pertama pemantauan program Beasiswa Cilegon Juare yang digelar Pemkot Cilegon pekan ini. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cilegon, Rahmatullah, menyebut kegiatan ini akan terus berlanjut secara rutin untuk memastikan pengelolaan beasiswa berjalan optimal.
Rahmatullah menekankan bahwa pihak kampus memiliki peran krusial dalam mengawasi perkembangan akademik penerima beasiswa. “Kami tidak bisa lepas dari peran kampus. Karena bagaimanapun kampus ini yang pertama memantau aktivitas keseharian mahasiswa penerima beasiswa,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Pemkot ingin memastikan mahasiswa yang menerima beasiswa dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu, misalnya hingga delapan semester. Jika ada penurunan motivasi belajar atau masalah pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), pihak kampus diminta segera melapor agar Pemkot bisa menjembatani solusinya.
Selain memantau mahasiswa aktif, monev ini juga bertujuan mengumpulkan data mahasiswa potensial yang tidak mampu. Rahmatullah mengatakan, database awal akan membantu pengelola program menghitung kebutuhan kuota di masa mendatang.
“Supaya kita sudah ada databasenya lebih dahulu, supaya bisa menghitung dengan jumlah kuota yang ada,” katanya.
Salah satu poin penting dalam monev adalah memastikan dana beasiswa digunakan sesuai peruntukan. Rahmatullah menegaskan, dana tersebut wajib dipakai untuk pembayaran UKT dan penunjang perkuliahan lainnya, bukan untuk keperluan di luar itu.
“Kita memastikan beasiswa itu digunakan untuk pembayaran biaya UKT. Kalau ada mahasiswa yang tidak membayar biaya UKT, tolong dilaporkan ke kita. Jadi kita saling berbagi informasi,” paparnya.
Pemkot Cilegon berencana memperluas monev ke seluruh perguruan tinggi mitra secara bertahap. Program Beasiswa Cilegon Juare sendiri merupakan salah satu andalan Pemkot untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi warga kurang mampu di wilayah tersebut.