BANTEN — Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengumumkan penutupan operasi pada Jumat (24/7). Keputusan itu merupakan hasil evaluasi bersama Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah setempat, dan perwakilan keluarga korban.
"Operasi SAR resmi kami tutup setelah memasuki hari ke 10, karena seluruh area pencarian telah disisir secara optimal sesuai rencana operasi dan tidak lagi ditemukan indikasi keberadaan korban," kata Andi Sultan dalam briefing di posko SAR gabungan.
Berdasarkan validasi akhir yang melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), jumlah penumpang (POB) KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang. Dari angka tersebut, 58 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, empat orang ditemukan meninggal dunia, dan 14 orang masih dinyatakan hilang.
Selama hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan membagi operasi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan KN SAR Kamajaya bersama RIB untuk menyisir wilayah barat Kepulauan Sabalana dan pulau-pulau tak berpenghuni. SRU 2 terdiri dari kapal Badan Pemerintah Desa Sabalana dan kapal nelayan yang menyisir wilayah timur Kepulauan Sabalana.
Meski operasi resmi ditutup, Basarnas memastikan ruang koordinasi tetap terbuka. Andi Sultan menyatakan lembaganya siap menindaklanjuti setiap informasi atau penemuan baru yang berkaitan dengan korban di kemudian hari.
"Apabila di kemudian hari ada informasi ataupun penemuan yang berkaitan dengan korban, Basarnas siap melakukan tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.
Seluruh personel yang terlibat dalam operasi telah dikembalikan ke satuan masing-masing. Mereka diminta kembali bersiaga menghadapi potensi kondisi kedaruratan lainnya di wilayah kerja masing-masing.