Ekonomi Banten Tumbuh 5,64 Persen, Gubernur Andra Soni Bidik Sektor Pangan

Penulis: Zainul Arifin  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 12:16:01 WIB
Gubernur Andra Soni membuka Rakerda HIPMI Banten 2026 di Kota Serang.

SERANG — Perekonomian Provinsi Banten menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026 dengan capaian pertumbuhan sebesar 5,64 persen (year-on-year). Angka ini menjadi pijakan bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk memacu keterlibatan sektor swasta, khususnya pengusaha muda, dalam pembangunan daerah yang lebih berdampak luas.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan capaian tersebut saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Banten Tahun 2026 di Kota Serang, Kamis (7/5/2026). Menurutnya, indikator ekonomi yang stabil harus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja baru melalui program usaha yang menyentuh masyarakat bawah.

“Ini capaian yang patut disyukuri. Dan menjadi keyakinan kita pertumbuhan ekonomi di Banten akan terus tumbuh,” ujar Andra di hadapan pengurus HIPMI Banten.

Peluang Bisnis di Balik Program Makan Bergizi Gratis

Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam forum tersebut adalah pemanfaatan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Andra menilai program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan stimulus ekonomi besar bagi para pengusaha di sektor pangan dan pertanian.

Potensi serapan anggaran dalam program tersebut dinilai sangat besar bagi rantai pasok lokal. Andra meminta HIPMI Banten tidak menjadi penonton dalam implementasi kebijakan pusat tersebut di wilayah Banten.

“Program MBG ini bisa kita dukung bersama. Karena 85 persen biaya di MBG itu larinya ke pertanian dan kebutuhan pangan,” katanya.

Sektor Agrikultur Jadi Magnet Baru Investasi Banten

Selain program pangan nasional, Andra menyoroti sektor agrikultur sebagai keunggulan kompetitif Banten saat ini. Kedekatan geografis dengan Jakarta serta tingginya angka penanaman modal dalam negeri (PMDN) menjadi modal kuat bagi pengusaha muda untuk masuk ke bisnis hortikultura.

Gubernur menilai pengusaha muda memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim usaha yang sehat. Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha diharapkan mampu menjawab tantangan pengangguran melalui pembukaan unit-unit usaha baru di pelosok daerah.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Umum BPD HIPMI Banten, Rifky Hermansyah, menyatakan kesiapan organisasinya untuk melakukan transformasi fokus usaha. Ia sepakat bahwa pengusaha muda harus mulai melirik sektor non-konvensional yang memiliki permintaan tinggi di pasar.

“Sekarang jangan lagi hanya bicara sektor usaha konvensional. Tapi juga sektor pangan dan hortikultura karena kebutuhan dan supply-demand-nya luar biasa,” tutur Rifky.

Rakerda HIPMI Banten 2026 yang mengusung tema "Kolaborasi dan Aksi Pengusaha Muda Banten untuk Indonesia Raya" ini juga dirangkaikan dengan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda). Agenda ini bertujuan memperkuat jejaring bisnis sekaligus memberikan edukasi melalui narasumber skala nasional.

Ketua Panitia Pelaksana, Faizal Hermiansyah, menambahkan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang peningkatan kapasitas kader. Melalui Forbisda, para anggota diharapkan mendapat masukan konkret terkait peluang investasi terbaru di tanah jawara.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: beritabantensatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top