LEBAK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mengebut penyiapan lahan seluas 5,4 hektare yang diproyeksikan sebagai lokasi hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Lebakgedong. Progres pembukaan dan pematangan lahan tersebut saat ini sudah menyentuh angka 70 persen.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan (Perkim) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno, menjelaskan bahwa kesiapan lahan merupakan syarat mutlak atau Readiness Criteria (RC) agar pembangunan fisik bisa segera dimulai oleh kementerian terkait.
“Dari sekian RC tinggal beberapa saja yang masih harus dipenuhi, salah satunya kesiapan lahan yang progresnya sudah mencapai 70 persen,” ujar Iwan kepada awak media, Jumat (8/5/2026).
Proses penyiapan lahan ini tidak hanya fokus pada perataan tanah, tetapi juga aspek keamanan struktur. Pemkab Lebak memutuskan untuk menambah alokasi anggaran guna membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi tersebut agar lahan benar-benar stabil sebelum bangunan didirikan.
Iwan menyebutkan, penambahan anggaran ini dilakukan di luar dana Rp2 miliar yang sebelumnya telah digelontorkan untuk pematangan lahan awal. Keberadaan TPT dinilai krusial untuk mencegah risiko longsor atau pergeseran tanah di area permukiman baru tersebut.
“Jadi ada beberapa hal yang krusial juga harus dibangun untuk memastikan lahan benar-benar siap pakai, salah satunya TPT (Tembok penahan tanah). Ini (TPT) enggak masuk ke Rp2 miliar tersebut, makanya dilakukan penambahan anggaran,” kata Iwan.
Meskipun pengerjaan lahan masih berlangsung, pihak dinas memastikan bahwa fasilitas penunjang lainnya sudah tidak menemui kendala. Pemkab Lebak telah berkoordinasi dengan PLN untuk penataan jaringan listrik serta memastikan sumber air bersih bagi 221 kepala keluarga yang akan menempati Huntap.
Terkait akses jalan menuju lokasi, Iwan mengungkapkan bahwa pengerjaannya berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Berdasarkan koordinasi terakhir dengan Dinas Perkim Provinsi Banten, proses lelang pengerjaan jalan segera memasuki tahap akhir.
“Kemarin kami berkomunikasi dengan Dinas Perkim Banten, sepertinya akhir bulan Mei sudah ada pemenang pelaksananya, jadi sepertinya bulan Juni mulai action,” ungkapnya.
Jika seluruh tahapan administrasi dan persiapan lapangan berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik unit rumah oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) diprediksi bisa dimulai pada awal semester kedua tahun ini. Iwan berharap tidak ada kendala cuaca atau teknis yang menghambat target tersebut.
“Insya Allah tinggal menunggu waktu saja, kita doakan semuanya lancar agar bulan Juli tahun ini Huntap bisa mulai dibangun,” pungkasnya.