LEBAK — Bantuan rumah yang diterima keluarga Tisna dan Iis menjadi titik balik kehidupan mereka. Sebelumnya, keduanya tinggal di hunian yang jauh dari kata layak. Kini, berkat sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar, mereka memiliki tempat tinggal yang lebih manusiawi.
Proses pembangunan rumah ini tidak berjalan sendiri. Seluruh warga Desa Lebak Parahiang bahu-membahu bergotong royong sejak awal hingga akhir. Semangat kebersamaan itulah yang membuat proyek ini bisa selesai tanpa kendala berarti.
“Kami sekeluarga sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu membangun rumah kami. Semoga segala kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ujar Tisna penuh haru saat ditemui di kediamannya.
Kepala Desa Lebak Parahiang, Iwan Sunarya, disebut sebagai salah satu motor penggerak program ini. Perhatian penuh dan dukungannya memastikan bantuan tepat sasaran dan proses pembangunan berjalan lancar.
Tak hanya itu, apresiasi tinggi juga disampaikan kepada Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi Partai NasDem, H. Karim, serta tokoh masyarakat Leuwidamar, H. Komar. Keduanya dikenal konsisten memperhatikan nasib warga kurang mampu di wilayah Lebak.
Momentum ini menegaskan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Lebak. Kolaborasi antara pemerintah desa, wakil rakyat, tokoh masyarakat, dan warga setempat menjadi resep utama keberhasilan program ini.
Bagi keluarga Tisna dan Iis, rumah baru ini bukan sekadar tempat berteduh. Lebih dari itu, hunian tersebut menjadi simbol kepedulian sosial yang nyata dan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik bersama seluruh anggota keluarga.