Gula Aren Lebak Tembus Pasar Koperasi Merah Putih, 6.000 Perajin Raup Omzet Rp 96,65 Miliar per Tahun

Penulis: Zainul Arifin  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:14 WIB
Perajin gula aren di Lebak raih omzet Rp 96,65 miliar per tahun melalui koperasi lokal.

LEBAK — Di balik manisnya gula aren yang dihasilkan dari sadapan pohon aren, ada perputaran uang miliaran rupiah yang menghidupi ribuan keluarga di Kabupaten Lebak. Saat ini, tercatat 6.000 perajin gula aren aktif dan mampu menghasilkan omzet hingga Rp 96,65 miliar per tahun.

Produksi gula aren yang sudah menjadi komoditas turun-temurun ini kini mendapatkan saluran pemasaran baru melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Plt Kepala Bapperida Kabupaten Lebak Widy Ferdian mengatakan, pihaknya mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan koperasi tersebut sebagai etalase produk lokal.

Delapan Koperasi Sudah Tampung Produksi Gula Aren

Sejumlah koperasi di berbagai kecamatan sudah mulai memasarkan gula aren. Di antaranya KDMP Girimukti (Kecamatan Cilograng), KDMP Luhur Jaya (Cipanas), KDMP Panancangan (Cibadak), dan KDMP Sumurbandung (Cikulur). Ada pula KKMP Muara Ciujung Timur dan Barat di Rangkasbitung, KDMP Selaraja di Warunggunung, serta KDMP Serageni di Cimarga.

“Kami berharap ke depannya produksi gula aren bisa dipasarkan di 399 KDMP dan 5 KKMP yang tersebar di seluruh Lebak,” kata Widy Ferdian di Lebak, Jumat.

Permintaan Tinggi, Pasar Tak Hanya Lokal

Gula aren dari Lebak ternyata tidak hanya laku di pasar tradisional Banten. Produk ini sudah merambah DKI Jakarta dan Jawa Barat, bahkan menembus pasar ekspor. Tingginya permintaan membuat pendapatan perajin terus bertambah.

“Kami minta pelaku UMKM gula aren dapat meningkatkan kualitas dan mutu, sehingga bisa bersaing di pasar dan menjadi komoditas unggulan daerah,” ujar Widy.

Produk Unggulan Lebak Siap Go Event

Selain gula aren, Pemerintah Kabupaten Lebak juga memfasilitasi UMKM lain untuk ikut serta dalam event “Jawara UMKM Banten” yang akan digelar pada 31 Juli 2026. Ajang yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten dan Cilegon ini khusus untuk kuliner lokal.

Beberapa produk yang akan diikutsertakan antara lain Gula Aren “Andi”, Aneka Snack “Mama Okto”, Ikan Olahan “Mak Bedah”, Emping “Eka Putri Warunggunung”, dan Kopi “Cigemblong”. Widy berharap produk-produk unggulan itu bisa menyerap ribuan tenaga kerja dan menjadi andalan ekonomi warga Lebak.

Perlindungan Hukum untuk Potensi Lokal

Kementerian Hukum (Kemenkum) turut melindungi potensi lokal ini dengan memfasilitasi sertifikasi produk gula aren yang dipasarkan di KDMP dan KKMP. Langkah tersebut penting agar produk Lebak memiliki daya saing dan legalitas di pasar yang lebih luas.

Dengan melimpahnya bahan baku pohon aren dan dukungan pemasaran melalui koperasi, gula aren Lebak perlahan menjelma menjadi salah satu penopang ekonomi warga. Pertanyaannya kini: bisakah komoditas ini bersaing di pasar modern tanpa kehilangan ciri khas tradisionalnya?

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top