BANTEN — Platform streaming Paramount+ tengah menjadi sorotan setelah menggunakan AI generatif untuk membuat thumbnail film klasik Star Trek II: The Wrath of Khan. Laporan dari Kotaku mengungkapkan bahwa gambar yang dihasilkan menampilkan Kapten Kirk (William Shatner) dengan pakaian jas dan dasi, sebuah penampilan yang tidak pernah terjadi di film mana pun selama puluhan tahun karakter tersebut diperankan oleh Shatner. Satu-satunya pengecualian adalah saat Kirk mengenakan kemeja flanel dan celana jins saat mengunjungi Bumi tahun 1930-an.
Seniman Ryan Estrada berspekulasi bahwa Paramount+ awalnya ingin menggunakan gambar close-up wajah Kirk dari adegan pemindaian retina di Wrath of Khan. Namun, karena gambar asli hanya menampilkan kepala Shatner, AI generatif kemudian digunakan untuk menempatkan kepala tersebut ke tubuh palsu yang mengenakan jas bisnis. Hasilnya, rambut Kirk pun terlihat tidak wajar karena bingkai asli terpotong di dahinya.
Dalam adegan asli film, Kirk sedang menjalani pemindaian retina untuk mengakses file komputer dan mengenakan seragam Starfleet—bukan jas. Tidak ada uang di masa depan fiksi Star Trek, sehingga kebutuhan akan jas bisnis pun dipertanyakan.
Hingga berita ini diturunkan, thumbnail tersebut masih dapat dilihat di platform Paramount+. Pemilik Paramount, David Ellison, baru-baru ini menyatakan kepada CNBC bahwa perusahaannya "menggunakan teknologi untuk mengubah setiap aspek bisnis ini." Namun, bagi para penggemar Star Trek, thumbnail ini dianggap sebagai pertanda buruk.
Sebagai penggemar seumur hidup Star Trek, melihat properti ini dikelola oleh Paramount versi modern terasa menyakitkan. Perusahaan tersebut praktis mengakhiri waralaba untuk sementara waktu setelah membatalkan Starfleet Academy yang mengejutkan dan menghentikan produksi Strange New Worlds.
Kontroversi ini memicu kekhawatiran di kalangan penggemar setia Star Trek. Jika penggunaan AI generatif seperti ini menjadi standar baru, banyak yang menyarankan para penggemar untuk mulai mengoleksi cakram Blu-Ray sebagai jaminan kualitas visual yang autentik. Langkah Paramount+ ini dinilai sebagai contoh nyata dari "AI slop"—istilah untuk konten berkualitas rendah yang dihasilkan oleh AI tanpa pengawasan manusia yang memadai.
Keputusan untuk menggunakan thumbnail yang tidak akurat secara visual ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap detail yang selama ini menjadi ciri khas waralaba Star Trek. Bagi penggemar yang telah mengikuti setiap episode dari belasan seri, ini adalah pengingat bahwa teknologi tidak selalu menjadi solusi terbaik untuk menghormati warisan budaya pop.