TANGERANG — Wali Kota Tangerang Sachrudin menerima langsung penghargaan tersebut di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Banten, Serang, Selasa. Ia didampingi Sekretaris Daerah Herman Suwarman dan Ketua DPRD Kota Tangerang.
“Alhamdulillah, raihan opini WTP ke-19 kali berturut-turut ini merupakan hasil kerja bersama. Ini adalah buah dari komitmen, konsistensi, dan kerja keras seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel,” kata Sachrudin dalam keterangan resmi.
Bukan Sekadar Prestasi Administratif
Bagi Sachrudin, capaian ini bukan sekadar mempertahankan rekor tahunan. “Bagi kami, WTP bukan hanya penghargaan administratif. Lebih dari itu, ini adalah bentuk tanggung jawab dalam mengelola uang rakyat agar benar-benar digunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa opini WTP menjadi standar kerja yang harus terus dijaga. Seluruh rekomendasi dan catatan dari BPK, kata dia, akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari penyempurnaan tata kelola pemerintahan ke depan.
Komitmen Tanpa Puas Diri
Meski rekor ini sudah berlangsung hampir dua dekade, Sachrudin meminta jajarannya tidak berpuas diri. Sebaliknya, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat sistem birokrasi yang semakin efektif dan efisien.
“WTP ini menjadi standar kerja yang harus terus dijaga. Seluruh rekomendasi dan catatan dari BPK akan segera kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola pemerintahan ke depan, agar pelayanan publik semakin berkualitas,” tegasnya.
Posisi Kokoh di Peta Tata Kelola Daerah
Dengan raihan 19 kali opini WTP berturut-turut, Pemkot Tangerang kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah di Indonesia yang konsisten menerapkan tata kelola keuangan daerah yang profesional, modern, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Wali Kota pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai serta DPRD yang terus menjaga sinergi dan komitmen dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang bersih.
“Capaian ini sekaligus menjadi bukti konsistensi Pemkot Tangerang dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” pungkasnya.