Harga BBM Subsidi dan LPG Dipastikan Tidak Naik, Pemerintah Godok Stimulus untuk Jaga Daya Beli

Penulis: Yoga Permadi  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 12:16:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi dan LPG tetap stabil tanpa kenaikan.

BANTEN — Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi dan LPG di tengah gejolak harga energi global. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, Jumat (12/6/2026).

"Yang pertama, kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Itu dulu," tegas Bahlil dalam keterangannya.

Penyesuaian Harga Hanya untuk BBM Komersial

Kondisi berbeda berlaku untuk jenis bahan bakar nonsubsidi. Kenaikan harga Pertamax RON 92 murni mengikuti perkembangan harga pasar yang berlaku. Menurut Bahlil, perhitungan ini akan dilakukan secara bijak oleh pelaku usaha, baik Pertamina maupun swasta.

"Nah, sementara harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada. Sudah barang tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha," jelasnya.

Pemerintah Siapkan Bantalan untuk Kelas Menengah

Kekhawatiran penurunan daya beli akibat penyesuaian harga energi komersial tidak diabaikan. Bahlil mengungkapkan, lintas kementerian saat ini sedang menggodok sejumlah opsi kebijakan proteksi. Formulasi tersebut dirancang agar stabilitas konsumsi domestik tetap terjaga.

"Pemerintah sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama BBM subsidi, sama sekali tidak kita naikkan," ujarnya.

Namun, status pemberian stimulus atau insentif tambahan untuk meredam dampak kenaikan BBM komersial masih belum final. Pemerintah mengaku masih menghitung berbagai skenario penyelamatan ekonomi secara cermat.

Segmentasi Konsumen Jadi Kunci Penyaluran Bantuan

Pemerintah terus memetakan segmentasi konsumen agar kebijakan harga dan bantuan tepat sasaran. Prioritas utama tetap diarahkan untuk menyokong kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi paling rentan.

"Kita lagi mengkaji (exercise) semua alternatif yang ada. Yang penting adalah kita menjaga saudara-saudara kita yang ekonominya di bawah, ini yang disubsidi," jelas Bahlil.

"Sementara yang nonsubsidi ini kan saudara-saudara kita yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik ketimbang saudara-saudara kita yang memang harus disubsidi," pungkasnya.

Dengan skema ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat kelas bawah tetap terjaga, sementara kelas menengah yang terdampak kenaikan harga komersial akan mendapatkan skema perlindungan yang masih terus dirumuskan.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top