LEBAK — Ribuan unit pompa air yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Lebak kini menjadi andalan utama petani menghadapi musim kemarau. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar menegaskan, alat-alat tersebut merupakan bantuan dari pemerintah daerah, provinsi, hingga Kementerian Pertanian yang harus dimanfaatkan maksimal.
"Intinya walaupun musim kemarau produksi pangan terjaga dan jangan sampai gagal panen," kata Rahmat di Lebak, Selasa.
Pompa-pompa yang dimiliki kelompok tani itu bekerja dengan menyedot air permukaan sungai untuk dialirkan ke lahan sawah. Selain itu, tersedia pula pompa pantek yang menyedot air bawah tanah, namun memerlukan jaringan listrik untuk pengoperasiannya.
Berdasarkan pengalaman kekeringan yang melanda Lebak pada 2023, pemanfaatan pompa air dinilai sebagai cara paling efektif untuk mengantisipasi krisis air di lahan pertanian. Saat itu, banyak sawah yang gagal panen akibat keterlambatan penanganan pasokan air.
"Kita musim kemarau menggunakan pompa dapat menyelamatkan tanaman dan menghasilkan produksi pangan, karena adanya jaringan pasokan air melalui pompanisasi itu," ujar Rahmat.
Dengan strategi ini, pemerintah optimistis petani tidak perlu khawatir meski beberapa pekan tidak diguyur hujan. Pasokan air dari sungai-sungai besar seperti Ciujung masih bisa diandalkan untuk mengairi ribuan hektare sawah.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Tambakbaya, Ruhiana, melaporkan bahwa pihaknya kini tengah memanfaatkan pompa air untuk menyedot air permukaan Sungai Ciujung. Lahan seluas 150 hektare di wilayahnya sudah teraliri air dan tanaman padi tumbuh subur.
"Kita memastikan panen awal Agustus mendatang dan persediaan air terpenuhi dari pompa air itu," kata Ruhiana.
Kondisi ini menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran akan dampak El Nino yang kerap memicu kekeringan ekstrem di sebagian besar wilayah Banten. Dengan kesiapan infrastruktur pompanisasi, petani Lebak diharapkan tetap bisa mempertahankan produktivitas padinya.
Pemkab Lebak sendiri terus mendata kebutuhan pompa tambahan di daerah-daerah yang rawan kekeringan. Jika diperlukan, pengajuan bantuan ke pemerintah provinsi dan pusat akan segera dilakukan untuk mengantisipasi puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus.