KABUPATEN TANGERANG — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah di Kabupaten Tangerang, Banten, telah menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat cakupan program ini sudah menembus angka 1,5 juta jiwa atau setara 94 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengungkapkan, capaian tersebut merupakan akumulasi dari pemeriksaan yang dilakukan sejak program pertama kali diluncurkan. Cakupan ini terbagi dalam dua kategori utama, yakni anak usia sekolah dan masyarakat dewasa.
Karies Gigi Mendominasi Pemeriksaan Anak Sekolah
Dari total 750 ribu anak sekolah yang telah diperiksa, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah karies gigi. Temuan ini menjadi perhatian khusus mengingat kesehatan gigi dan mulut kerap kali diabaikan pada usia pertumbuhan.
Temuan karies gigi yang tinggi ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi tentang kesehatan gigi sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Hipertensi dan Diabetes Mendominasi Kelompok Dewasa
Berbeda dengan anak sekolah, pada kelompok masyarakat dewasa, Dinkes mencatat Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai temuan paling dominan. Dua penyakit yang paling banyak dijumpai adalah hipertensi dan Diabetes Melitus (DM).
Berdasarkan data pemeriksaan sejak Juli 2026, tercatat sebanyak 145.933 orang menderita hipertensi dan 46.975 orang menderita Diabetes Melitus. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data sepanjang tahun 2025 yang mencatat 250.056 penderita hipertensi dan 80.828 penderita diabetes.
Penanganan Lanjutan Difokuskan pada Pasien PTM
Menyikapi tingginya temuan PTM, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang memastikan program penanganan penyakit tidak menular ini akan difokuskan secara khusus. Langkah ini diambil untuk memastikan para penderita mendapatkan penanganan lebih lanjut agar kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk.
"Untuk CKG kita sudah capai 94 persen dengan jumlah angkanya sekitar 1,5 juta jiwa," ungkap Hendra Tarmizi di Tangerang, Rabu.
Pihaknya berharap dengan cakupan yang hampir menyeluruh ini, deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih masif, sehingga kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang secara keseluruhan dapat meningkat.