22 Warga Sekitar TPA Jatiwaringin Mauk Terjangkit ISPA Akibat Kebakaran, Dapat Pendampingan Medis Door to Door

Penulis: Vikri Alfandi  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 15:06:01 WIB
Petugas medis Dinkes Kabupaten Tangerang melakukan pemeriksaan door to door untuk menangani warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin.

TANGERANG — Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengerahkan 50 tenaga medis untuk menangani dampak kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Fokus utama penanganan adalah mencegah kasus ISPA pada warga sekitar agar tidak berkembang menjadi pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Penurunan Signifikan Jumlah Pasien ISPA

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa dari total 154 jiwa yang sempat tercatat mengalami gejala ISPA, kini tersisa 22 orang yang masih dalam penanganan medis secara berkala. "Dari seratusan warga yang terindikasi terkena ISPA, ada 22 orang warga masih ditangani oleh petugas Puskesmas dari Dinkes Kabupaten Tangerang," ucapnya di Tangerang, Minggu.

Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan posko kesehatan. Petugas medis juga melakukan pendekatan aktif dengan mendatangi rumah-rumah warga yang memilih bertahan di rumah dibandingkan mengungsi ke posko. "Dinas Kesehatan maupun dari Puskesmas, tapi hari door to door. Jadi, mendatangi rumah-rumah warga yang tidak mengungsi ke posko untuk diperiksa," kata Maesyal.

Dua Posko Pengungsian Disiapkan untuk Warga Terdampak

Sebagai bentuk respons cepat, Pemkab Tangerang telah membangun dua lokasi posko kedaruratan. Posko pertama berada di Kantor Desa Tanjakan Mekar, sementara posko kedua berlokasi di Desa Rajeg Mulya. Ratusan warga telah dievakuasi ke lokasi-lokasi tersebut oleh petugas gabungan dari BPBD dan TNI/Polri.

Meski demikian, Bupati mencatat bahwa sebagian warga hanya bertahan satu hingga dua malam di pengungsian sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing. "Tetapi ada yang satu malam, ada yang dua malam bertahan di pengungsian. Namun sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing lagi," pungkas dia.

Fokus Cegah Pneumonia pada Balita dan Lansia

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menambahkan bahwa pihaknya meningkatkan jumlah personel dari belasan menjadi 50 orang untuk memastikan pelayanan maksimal. "Kalau personil itu awal-awal cuma kita belasan, sekarang ini kita tingkatkan menjadi 50 orang. Dengan tambahan dari Puskesmas sekitar yang ada di wilayah bencana," ungkapnya.

Hingga saat ini, total warga yang datang berobat ke posko darurat hampir menyentuh angka 200 jiwa. Mayoritas keluhan yang dilaporkan adalah ISPA, dengan pasien didominasi oleh ibu hamil, anak-anak, dan orang dewasa. "Jadi kita memang menganjurkan ke masyarakat jangan sampai terpapar ISPA. Jadi, hindari paparan asap. Kalau seandainya terpaksa terkena paparan, kita harus pakai masker," kata Hendra.

Pencegahan dini menjadi prioritas utama tim medis. Pneumonia, yang merupakan komplikasi serius dari ISPA, memiliki risiko fatalitas tinggi jika terlambat ditangani, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia. Pemerintah daerah terus mengimbau warga untuk menggunakan masker dan menghindari paparan asap berkepanjangan.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top