BANTEN — Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin langsung panen raya di areal persawahan Desa Bonto Tallasa. Acara itu dihadiri Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Pertanian, Bulog, penyuluh pertanian, dan kelompok tani setempat.
Produksi 5,5-6 Ton per Hektare, Stok Gabah Aman
Berdasarkan data di lapangan, luas baku sawah Desa Bonto Tallasa mencapai 338 hektare. Kecamatan Simbang secara keseluruhan memiliki 2.327 hektare, sementara Kabupaten Maros mengelola 25.276 hektare lahan sawah produktif.
Pangdam memperkirakan hasil panen di wilayah ini mencapai 5,5 hingga 6 ton per hektare. Salah satu peserta panen raya, Kelompok Tani Permata, mengelola lahan sekitar 75 hektare dengan varietas padi Inpari 32/MR.
“Hasil panen di wilayah ini diperkirakan mencapai 5,5 hingga 6 ton per hektare,” kata Bangun dalam keterangannya.
Harga Gabah Rp6.500 per Kg, Gudang Bulog Masih Longgar
Bangun menegaskan petani tak perlu khawatir soal pemasaran. Bulog telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen minimal Rp6.500 per kilogram. Menurutnya, harga ini menjaga keuntungan petani di tengah biaya produksi yang terus naik.
“Gudang Bulog juga masih sangat mencukupi untuk menampung hasil panen petani sehingga produksi yang meningkat tetap dapat terserap dengan baik,” ujarnya.
Serapan gabah setara beras di Sulawesi Selatan kini telah mencapai sekitar 1,35 juta ton. Target cadangan beras provinsi itu tahun ini sebesar 697.610 ton, dan hingga semester pertama 2026 realisasinya sudah 520.629 ton atau sekitar 75 persen.
Bantuan Traktor dan Sembako untuk Petani
Pemerintah menyerahkan bantuan lima unit traktor roda empat kepada petani di Desa Bonto Tallasa. Sebelumnya, kawasan tersebut telah memiliki 12 unit traktor roda dua untuk mendukung mekanisasi pertanian. Selain itu, sebanyak 70 paket sembako juga disalurkan kepada masyarakat.
Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur menyebut panen raya ini bukti bahwa Maros terus berkontribusi menjaga ketahanan pangan Sulawesi Selatan dan nasional. Ia berharap bantuan alat mesin pertanian serta pendampingan terus ditingkatkan.
“Maros merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan. Kami akan terus mendukung program pemerintah pusat agar produksi padi meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” imbuhnya.
Babinsa Jadi Jembatan Petani-Bulog
Bangun menambahkan peran Babinsa sangat vital. Selain mendampingi petani selama budidaya, Babinsa membantu pengaturan distribusi air irigasi, mengawasi penyaluran pupuk, hingga mendukung program cetak sawah.
“Kerja sama Babinsa dengan Bulog sangat membantu. Informasi waktu panen dan perkiraan hasil panen dapat disampaikan lebih awal sehingga Bulog bisa langsung menyiapkan pembelian gabah dari petani,” tuturnya.
Dengan koordinasi itu, Bulog bisa menjadwalkan penyerapan gabah lebih cepat, mengurangi risiko gabah basah tidak terserap atau harga jatuh saat panen raya serentak. Sulawesi Selatan diprediksi masih akan mengalami musim panen hingga November 2026.