Komunitas Jari Memberi Ajak 200 Anak Yatim di Tangerang Ikut Festival Berbagi Bahagia, Wagub Intan Nurul Hikmah Hadir

Penulis: Zainul Arifin  •  Senin, 13 Juli 2026 | 15:37:02 WIB
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyapa 200 anak yatim dalam Festival Berbagi Bahagia yang digelar Komunitas Jari Memberi di Kelurahan Sukabakti, Curug, Minggu (12/7).

TANGERANG — Kantor Kelurahan Sukabakti di Kecamatan Curug berubah wajah, Minggu (12/7). Ruangan yang sehari-hari dipenuhi antrean administrasi kependudukan dan tumpukan berkas itu, hari itu dipenuhi tawa dua ratus anak yatim.

Mereka datang bukan untuk mengurus stempel atau tanda tangan, melainkan menjadi tamu dalam Festival Berbagi Bahagia yang digagas Komunitas Jari Memberi. Acara ini menjadi pengingat bahwa bulan Muharam tidak melulu soal kalender baru, tetapi juga tentang berbagi.

Pesan Wagub: Berbagi Bukan Sekadar Tradisi Bulanan

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah hadir menyapa para peserta. Di hadapan anak-anak dan relawan, ia menyampaikan bahwa rezeki yang dimiliki seseorang adalah titipan yang di dalamnya ada hak orang lain.

“Sebagian rezeki yang kita miliki adalah titipan Allah SWT yang di dalamnya ada hak orang lain,” ujarnya dalam sambutan.

Menurut Intan, kegiatan sosial semacam ini tidak boleh berhenti hanya karena bulan Muharam berakhir. Ia mendorong agar kepedulian terhadap anak yatim terus berlanjut sepanjang tahun, bukan sekadar tradisi musiman yang dijalankan karena terbawa kalender.

Pendidikan Jadi Bentuk Santunan Paling Panjang

Di tengah acara, Intan juga mengingatkan bahwa bingkisan dan uang santunan yang dibagikan sifatnya sementara. Habis dalam hitungan hari atau pekan. Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan program pendidikan yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Pemkab Tangerang, kata dia, memiliki Beasiswa Tangerang Gemilang serta menyediakan sekolah swasta gratis untuk jenjang SD dan SMP. Program ini, menurut Intan, adalah bentuk santunan yang umurnya paling panjang karena bisa mengubah jalan hidup seseorang selama puluhan tahun.

“Jangan pernah menyerah, jangan rendah diri. Terus belajar dan raih cita-cita setinggi mungkin,” pesan Intan kepada anak-anak yatim yang hadir.

Komunitas Jari Memberi: Berbagi dengan Cara yang Sunyi

Komunitas Jari Memberi memilih pendekatan yang berbeda. Di tengah banyak komunitas lain yang berlomba mengejar sorotan media atau ramai di media sosial, mereka memilih pekerjaan yang lebih sunyi: memastikan anak-anak yatim tetap merasakan bahwa ada banyak orang yang peduli terhadap masa depan mereka.

Festival ini akhirnya menyisakan satu pelajaran kecil. Berbagi ternyata tidak selalu membuat penerimanya lebih bahagia. Sering kali justru pemberinya lah yang pulang dengan hati lebih ringan. Sebab kebahagiaan, rupanya, memang memiliki sifat unik: semakin dibagikan, semakin sulit ia habis.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: jejakkata.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top