TANGERANG — Imbauan itu disampaikan Bupati Maesyal di Tangerang, Selasa, merespons kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan bahwa pembakaran sampah sembarangan sangat berbahaya di tengah suhu panas dan hembusan angin kencang.
"Sebetulnya kemarin juga sudah kita beritahukan atau diimbau kepada mereka (masyarakat). Jangan lagi membakar sampah di area atau wilayah sekitar," ujar Bupati Maesyal.
Menurut Bupati, api dari pembakaran sampah ilegal sangat mudah merembet ke permukiman padat penduduk maupun area semak belukar. Risiko ini meningkat drastis saat kemarau karena vegetasi kering dan angin mempercepat penyebaran api.
"Jangan lagi membakar sembarangan di wilayah sekitar," tegasnya.
Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Bupati Maesyal menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) dan kepala desa untuk memastikan pengawasan langsung ke masyarakat.
"Kita sudah bicarakan dengan Pak Camat juga supaya Pak Camat dengan Muspika, serta kepala desa agar bisa menginformasikan hal ini kepada masyarakat," katanya.
Bupati berharap penanganan masalah ini tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat, instansi, dan lembaga terkait ikut serta membangun kesadaran kolektif.
"Semuanya ini bukan hanya pemerintah saja, tetapi masyarakat juga ikut serta untuk bisa timbul kesadarannya. Termasuk tidak lagi membakar sembarangan," ujar dia.
Imbauan ini menjadi pengingat bagi warga Tangerang agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan dan permukiman selama musim kemarau masih berlangsung.