BANTEN — Kylian Mbappe dkk tidak main-main di Piala Dunia 2026. Lini serang Prancis yang di atas kertas sudah mengerikan sejak sebelum kompetisi, kini membuktikan diri sebagai mesin gol paling efisien. Sepanjang enam laga, total 16 gol sudah bersarang ke gawang lawan.
Catatan ini sekaligus memulihkan memori indah publik Prancis pada edisi 1998 silam. Saat itu, Les Bleus juga tampil garang dan akhirnya membawa pulang trofi. Kini, pola yang sama terulang: akurasi tembakan tinggi, skema serangan matang, dan kedalaman skuad yang membuat pelatih Didier Deschamps leluasa merotasi pemain.
Data statistik menunjukkan, Prancis melepaskan 47 tembakan tepat sasaran dalam enam pertandingan. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak edisi 1998 yang mencatat 53 tembakan. Rata-rata 7,8 tembakan tepat sasaran per laga pun memecahkan rekor dunia sejak 1966.
Nilai ekspektasi gol (xG) mereka mencapai 14,3, unggul 1,6 poin dari Argentina yang berada di posisi kedua. Artinya, setiap peluang yang diciptakan Prancis nyaris selalu berbahaya dan berpotensi menjadi gol.
Kapten Prancis Kylian Mbappe memimpin barisan depan dengan delapan gol. Ia juga menjadi kreator utama lewat 16 penciptaan peluang dan tiga assist. Sinerginya dengan Ousmane Dembele, yang menyumbang lima gol dan dua assist, membuat pertahanan lawan kewalahan.
Kejutan datang dari sayap kanan. Michael Olise, penggawa Bayern Munchen, memimpin daftar assist turnamen dengan lima umpan matang berbuah gol. Catatan ini menyamai rekor legenda Jerman Thomas Häßler pada 1994 dan mendekati rekor abadi Pele.
Kekuatan Prancis tidak hanya di starting eleven. Dari bangku cadangan, Bradley Barcola mencatat dua gol dan satu assist, sementara Désiré Doué menyumbang satu gol dan satu assist. Total lima keterlibatan gol dari pemain pengganti ini menjadi senjata rahasia Deschamps.
Pemain muda seperti Rayan Cherki (50 menit bermain), Maghnes Akliouche, dan Marcus Thuram juga siap turun kapan saja. Nilai pasar mereka yang mencapai miliaran rupiah menunjukkan betapa dalamnya skuad Les Bleus.
Fakta paling menakutkan bagi Spanyol adalah bahwa Prancis belum mengeluarkan seluruh isi gudang senjata terbaik. Fleksibilitas taktik dan kebugaran fisik pemain menjadi modal utama Les Bleus menatap laga krusial babak berikutnya.
Jika lini serang Prancis terus tampil konsisten, bukan tidak mungkin trofi emas Piala Dunia akan kembali ke Paris. Spanyol harus waspada: tembok kokoh La Roja akan diuji oleh badai ofensif yang belum mereda.