TANGERANG — Di sudut Stasiun Tangerang, Suparlan (66) masih setia duduk dengan tumpukan koran setiap pagi. Pria asal Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, ini sudah 20 tahun menjalani profesi sebagai penjual koran. Namun, langkah kakinya kini tak lagi ringan—bukan karena usia, tapi karena pembeli kian menipis.
“Kalau sekarang memang susah. Menjual koran sekarang tidak semudah dulu. Selain pembelinya berkurang, harga koran juga sudah naik,” ujarnya kepada Lensa Banten, Kamis (16/7/2026).
Ia mencontohkan, harga eceran koran Kompas saat ini mencapai Rp12 ribu per eksemplar, naik dari sebelumnya Rp9 ribu. Kenaikan itu, menurutnya, menjadi beban tambahan di tengah sepinya pembeli.
Meski tren membaca bergeser ke layar gawai, Suparlan sesekali masih melihat pembeli dari kalangan anak muda. “Masih ada yang beli, termasuk anak muda. Kadang ada perempuan juga yang beli koran. Memang tidak setiap hari dan tidak tentu, tapi masih ada yang memang suka membaca koran cetak,” katanya.
Namun, momen itu tak cukup untuk mengembalikan penghasilannya seperti masa jaya dulu. Pria yang hanya mengandalkan penjualan koran ini mengaku pendapatannya kini pas-pasan.
“Saya hanya jualan koran, tidak jual yang lain. Kalau dibilang cukup ya begitu saja, cukup-cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Yang penting masih bisa jalan dan tetap ada penghasilan,” tuturnya.
Ditanya soal alasan bertahan, Suparlan tidak punya jawaban rumit. Baginya, menjual koran sudah menjadi bagian dari hidup yang sulit ditinggalkan.
“Saya sudah sekitar 20 tahun jualan koran di sekitar Tangerang. Sampai sekarang masih tetap jualan karena memang saya masih setia sama koran. Selama masih kuat bekerja, saya akan terus jualan,” ungkapnya.
Setiap hari, ia memulai aktivitas sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang siang. Lokasi jualannya berpindah-pindah di sekitar Stasiun Tangerang, tergantung arus pengunjung.
Di usianya yang ke-66, Suparlan masih memilih bekerja daripada diam di rumah. Harapannya sederhana: semoga masih ada warga yang mau membeli koran cetak agar profesinya bisa terus bertahan.
“Harapan saya sederhana saja, mudah-mudahan masih banyak yang membeli koran lagi. Semoga rezekinya juga lebih baik, jadi saya masih bisa terus berjualan seperti sekarang,” pungkasnya.