BANTEN — Daihatsu sudah lama menghentikan produksi Xenia bermesin 1.0 liter, tapi permintaan untuk varian Mi bekas justru tidak pernah surut. Berdasarkan pantauan di platform jual-beli online, unit generasi pertama keluaran 2004–2008 masih jadi primadona karena kombinasi harga murah dan biaya operasional yang ringan.
Xenia 1.0 Mi mengandalkan mesin EJ-VE berkapasitas 989 cc dengan konfigurasi 3-silinder. Karakter mesin ini memang bukan untuk akselerasi kencang, tapi keandalannya sudah teruji puluhan tahun di berbagai kondisi jalan di Indonesia.
Konsumsi bahan bakar menjadi nilai jual utama. Mesin kecil dan bobot ringan membuat Xenia 1.0 Mi sangat irit untuk pemakaian dalam kota. Sayangnya, tenaga terbatas terasa saat mobil diisi penuh tujuh penumpang atau saat melibas tanjakan.
Harga Xenia 1.0 Mi bekas sangat tergantung tahun produksi dan kondisi unit. Berikut rentang estimasi yang beredar di pasar:
Unit dengan riwayat servis jelas dan mesin terawat biasanya dibanderol lebih tinggi. Sebaliknya, harga bisa lebih murah jika ada kekurangan pada bodi, kaki-kaki, atau dokumen tidak lengkap.
Sebagai varian termurah, Xenia 1.0 Mi tidak dibekali power steering, ABS, atau power window belakang. Fitur-fitur ini baru tersedia di tipe Li atau M di atasnya.
Meski begitu, kabin tetap bisa menampung tujuh penumpang berkat konfigurasi tiga baris kursi. Ruang kaki di baris kedua masih lega untuk orang dewasa, sementara baris ketiga cocok untuk anak-anak atau perjalanan jarak pendek.
Xenia 1.0 Mi bekas tetap layak dibeli dengan catatan. Kelebihannya jelas: harga murah, irit BBM, suku cadang melimpah, dan biaya servis terjangkau. Kekurangannya: tenaga terbatas, fitur keselamatan minim, dan usia kendaraan sudah tua sehingga perlu pengecekan ekstra pada mesin serta kaki-kaki.
Sebelum transaksi, pastikan kondisi mesin sehat, surat-surat lengkap, dan tidak ada bekas tabrakan besar. Layanan inspeksi mobil bekas seperti dari Moladin bisa membantu memastikan kualitas unit yang akan dibeli.