SERANG — Masyarakat Banten yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi kembali mendapat kabar baik. Harga jual emas Antam ukuran 1 gram menembus level psikologis Rp2,71 juta pada perdagangan Selasa (11/8/2026), naik Rp20.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data resmi di laman Logam Mulia, harga buyback atau pembelian kembali emas batangan juga tercatat melonjak lebih tinggi. Harga buyback hari ini berada di level Rp2.546.000 per gram, naik Rp35.000 dari harga sebelumnya.
Lonjakan harga buyback yang lebih tinggi dibandingkan harga jual membuat selisih keduanya menyempit menjadi Rp164.000 per gram. Angka ini penting bagi investor karena menentukan titik impas saat emas dijual kembali.
Artinya, harga emas harus naik setidaknya Rp164.000 per gram dari posisi beli sebelum pemilik emas bisa memperoleh keuntungan. Perhitungan ini belum termasuk biaya pajak yang dikenakan dalam setiap transaksi.
Konsumen yang bertransaksi emas batangan Antam perlu mencermati ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Tarif yang berlaku adalah 0,25 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sedangkan konsumen tanpa NPWP dikenakan tarif lebih tinggi, yakni 0,5 persen.
Kewajiban pajak ini berlaku baik untuk transaksi pembelian maupun penjualan kembali emas batangan. Bagi pembeli dengan gramasi besar, potongan pajak bisa mencapai jutaan rupiah dan memengaruhi nilai transaksi akhir.
Kenaikan harga emas global yang masih menjadi perhatian investor di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik dunia turut mendorong pergerakan harga di pasar domestik. Namun, bagi calon pembeli di Banten, keputusan membeli emas tidak bisa hanya didasarkan pada momentum kenaikan harga harian.
Emas fisik pada dasarnya lebih tepat diposisikan sebagai instrumen penyimpan nilai dalam jangka menengah hingga panjang. Faktor tujuan pembelian, lamanya waktu penyimpanan, biaya transaksi, dan selisih harga jual-beli harus menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan bertransaksi.
Pemantauan harga secara berkala tetap disarankan agar keputusan transaksi dilakukan berdasarkan perhitungan matang, bukan sekadar mengikuti pergerakan pasar yang sedang naik.