BANTEN — Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyatakan perluasan radius pencarian dilakukan ke arah barat daya dari titik koordinat kejadian untuk menjangkau kemungkinan korban terbawa arus. Dua armada utama, KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram, dikerahkan penuh untuk menyisir permukaan laut di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat.
Tim SAR Gabungan tidak hanya mengandalkan pemantauan visual dari kapal patroli. Strategi pemapelan juga dilancarkan dengan menyebarkan maklumat darurat ke seluruh kapal niaga dan nelayan yang melintasi jalur pelayaran Selat Lombok.
"Selain penyisiran langsung di permukaan air, kami menginstruksikan pemapelan kepada seluruh kapal yang melintas di Selat Lombok. Ini dilakukan agar armada pelayaran dapat memberikan bantuan awal atau segera melapor ke posko jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban," tegas Hariyadi, Kamis (13/8/2026).
Aksi kemanusiaan ini melibatkan unsur Basarnas Mataram dan Denpasar, TNI AL melalui Lanal Mataram, Polda NTB, KSOP, KKP, serta tim medis dari RSUD Provinsi NTB dan RS Kota Mataram. Jasa Raharja dan SGi Air Bali turut bergabung dalam operasi yang dipastikan berjalan maksimal hingga seluruh korban ditemukan.
Insiden mematikan ini terjadi pada Rabu (12/8/2026) dini hari sekitar pukul 04.15 Wita. Laporan pertama diterima pihak berwenang dari Nurdin, Nakhoda RB 220 Mataram, pada pukul 04.39 Wita, dengan lokasi kejadian terdeteksi di koordinat 8°43'12.37"S - 115°47'35.93"E, sekitar 16,84 nautical miles dari posisi kapal penyelamat.
Tim SAR yang berangkat pukul 04.45 Wita tiba di titik lokasi pada 05.10 Wita untuk melakukan evakuasi. Satu korban jiwa teridentifikasi atas nama Indah Dwi Septiani, perempuan berusia 19 tahun, warga Asrama Brimob Gatep, Ampenan. Jenazah korban telah dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
Pendataan terbaru otoritas SAR mengonfirmasi adanya dua warga negara asing (WNA) asal Australia yang terdaftar dalam data 173 korban yang terus diperbarui. Hingga saat ini, Kansar Mataram bersama unsur potensi SAR terkait masih melakukan koordinasi dan pendataan di lokasi untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara cepat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memantau kanal informasi resmi terkait pembaruan data korban secara berkala," tambah Hariyadi. Operasi penyisiran akan terus dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada hingga nasib lima penumpang yang hilang dapat dipastikan.