TANGERANG — Persita Tangerang bergerak cepat di bursa transfer dengan mengamankan jasa Tyronne del Pino. Gelandang serang asal Kepulauan Canary itu resmi berseragam Pendekar Cisadane untuk menghadapi musim baru 2026/27, didatangkan tanpa biaya transfer setelah memperkuat Malut United FC pada musim lalu.
Keputusan manajemen merekrut pemain berusia 35 tahun ini terbilang logis. Catatan impresifnya bersama Malut United musim lalu—10 gol dan 12 assist dari 32 pertandingan—menjadi modal berharga untuk menambah daya gedor lini tengah Persita di bawah arahan pelatih Carlos Pena.
Rekam Jejak: Dari Primera ke Panggung Asia
Tyronne bukan nama baru di sepak bola Indonesia. Sebelum membela Malut United, ia menjadi aktor kunci keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara Liga 1 2024/2025. Performa konsistennya sepanjang musim membuatnya diganjar gelar pemain terbaik kompetisi.
Karier profesionalnya dimulai di Spanyol. Lulusan akademi UD Las Palmas ini menembus tim utama pada Desember 2010, tampil 12 menit sebagai pemain pengganti di Segunda División. Ia sempat menjalani masa peminjaman di Barakaldo, Huesca, dan Tenerife sebelum akhirnya pindah permanen ke klub asal Kepulauan Canary tersebut.
Pada 2019, petualangannya di Eropa berlanjut ke Yunani bersama PAS Lamia. Dalam dua periode berseragam klub tersebut, Tyronne mencatatkan 69 penampilan dengan torehan dua gol dan delapan assist. Setelah itu, kariernya berkelana ke Thailand bersama Nakhon Ratchasima dan Ratchaburi, sebelum akhirnya menetap di Indonesia.
Target Persita di Musim 2026/27
Kedatangan Tyronne menjadi rekrutan kesepuluh pemain asing di skuad Persita. Manajemen klub asal Kota Benteng itu menaruh harapan besar pada pengalaman dan visi bermainnya untuk membawa tim meraih hasil terbaik musim ini.
Rencananya, pemain kelahiran Las Palmas itu akan bergabung dengan rekan setimnya di Yogyakarta dalam waktu dekat. Ia dijadwalkan mengikuti pemusatan latihan (TC) bersama skuad inti untuk mematangkan persiapan jelang bergulirnya kompetisi.
Dengan segudang pengalaman di Liga 1 dan kompetisi Asia, Tyronne diharapkan menjadi motor permainan sekaligus mentor bagi pemain muda Persita. Kombinasinya dengan lini tengah yang ada akan menjadi kunci bagi tim untuk bersaing di papan atas klasemen musim depan.