Klub-klub Besar Eropa Ancam Boikot Piala Dunia Antarklub, Ultimatum Jatuh Sebelum Infantino Menyerah

Penulis: Vikri Alfandi  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:03:01 WIB
Klub-klub besar Eropa mengancam memboikot Piala Dunia Antarklub jika rencana FFE tidak dibatalkan.

BANTEN — Ancaman itu tertuang dalam surat yang dikirim European Football Clubs (EFC) kepada Sekretaris Jenderal Fifa, Mattias Grafström, pada 31 Juli. Dalam surat yang dilihat Guardian, EFC menegaskan kerja sama mereka di turnamen mendatang bergantung penuh pada keputusan Infantino untuk mundur dari rencana FFE.

Isi Ultimatum dan Tuntutan Klub Eropa

EFC, yang dipimpin presiden Paris Saint-Germain Nasser al-Khelaifi, menyatakan aksi Infantino berpotensi menjadi pelanggaran substansial atas nota kesepahaman (MoU) yang sudah disepakati. Mereka bahkan mengisyaratkan akan melawan kalender pertandingan internasional dan aturan pelepasan pemain, dua instrumen krusial bagi kelangsungan turnamen antarnegara.

Inti persoalan adalah kekhawatiran FFE akan mengambil alih seluruh hak siar, komersial, dan sponsor di bawah satu payung. Padahal, EFC dan Fifa sebelumnya sepakat membentuk usaha patungan (joint venture) untuk mengelola sisi komersial kompetisi antarklub global. EFC menilai progres pembentukan usaha patungan itu berjalan lambat, berbeda dengan kecepatan FFE yang menurut mereka mencurigakan.

Surat itu menyebutkan, tanpa usaha patungan yang beroperasi penuh sebelum siklus hak siar Piala Dunia Antarklub Wanita 2028, maka EFC tidak akan mendukung dan klub-klub anggotanya tidak akan berpartisipasi di edisi mana pun, termasuk turnamen pria dan wanita 2028 serta 2029.

Dana Solidaritas yang Mandek dan Tekanan yang Membuahkan Hasil

Selain soal komersial, EFC juga menyoroti keterlambatan pembagian dana solidaritas sebesar £185 juta untuk klub yang tidak tampil di Piala Dunia Antarklub 2025. Mereka meminta transparansi total berupa laporan laba rugi dan rincian surplus pendapatan turnamen tersebut. Sebagai perbandingan, juara bertahan Chelsea sudah mengantongi hadiah £84 juta.

Tekanan ini jelas berhasil. Infantino mengurungkan rencana FFE pada dini hari 1 Agustus setelah kecaman meluas dari berbagai klub besar Eropa. Salah satu klub raksasa bahkan dalam surat terpisah menyatakan siap mendukung "tindakan kolektif yang lebih tegas" bila diperlukan dan menuntut tata kelola Fifa yang lebih transparan.

Fifa pun diyakini telah merespons dengan janji menggelar pertemuan cepat untuk menghidupkan kembali proyek usaha patungan yang sempat mandek. Meski begitu, ancaman boikot secara teoretis masih menggantung jika kesepakatan itu tidak segera terwujud.

Daya Tawar EFC yang Kini Tak Terbantahkan

Surat tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh EFC terhadap arah kebijakan Fifa. Organisasi yang berdiri sejak 2008 sebagai kelompok lobi ini kini menjelma menjadi kekuatan yang menentukan, terutama karena tanpa partisipasi klub-klub Eropa, Piala Dunia Antarklub praktis mustahil untuk digelar.

Hingga kini, belum ada tuan rumah yang diumumkan untuk Piala Dunia Antarklub Wanita maupun edisi putra 2029. Ketidakpastian ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Infantino untuk memulihkan kepercayaan klub-klub yang sempat hilang.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top