BANTEN — Jadwal kompetisi yang padat membuat tim pelatih memilih pendekatan berbeda. Alih-alih langsung menggenjot intensitas, Persib menjalani latihan pemulihan dengan porsi ringan.
Program pemulihan ini dirancang untuk menjaga kondisi fisik pemain sekaligus mempercepat proses pemulihan usai pertandingan berat melawan Persija. Igor Tolic menekankan pentingnya menjaga kondisi tim karena jadwal padat menuntut kesiapan fisik dan mental.
Perjalanan panjang ke Korea Selatan turut menjadi pertimbangan. Tim harus beradaptasi dengan cuaca dan lingkungan baru, sehingga latihan intensitas rendah dianggap cara paling masuk akal untuk mengantisipasi kelelahan.
Dengan porsi latihan yang lebih ringan, pemain diharapkan tetap bugar dan siap tampil maksimal di laga internasional.
Persib tidak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya di lawatan ke markas FC Seoul. Penyerang asal Brasil, Uilliam Barros, masih menjalani hukuman yang ia terima pada ACL Two musim sebelumnya ketika Persib bermain di Bandung.
Absennya Barros menjadi kerugian tersendiri bagi lini serang Persib. Perannya dinilai cukup vital, sehingga tim pelatih perlu mencari opsi pengganti untuk mengisi pos yang ditinggalkan.
FC Seoul menjadi lawan pertama Persib di Grup E ACL Two. Bermain di kandang lawan dengan jeda singkat setelah laga sarat gengsi kontra Persija membuat persiapan fisik dan mental menjadi kunci.
Keputusan tim pelatih mengutamakan pemulihan diharapkan mampu menjaga performa skuad tetap kompetitif di level Asia. Fokus tim kini tertuju pada kesiapan menghadapi FC Seoul di ajang ACL Two 2026/27.