SERANG — Panel surya yang dipasang di atap sejumlah gedung kampus Untirta tidak berhenti sebagai fasilitas pembangkit listrik. Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman menyebut pemasangan itu menjadi objek riset tahunan bagi mahasiswa dan dosen, dari skripsi, tesis, hingga publikasi jurnal.
Evaluasi kinerja panel surya dilakukan berkala. Fatah menyampaikan hal itu dalam Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional yang digelar Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) di Untirta, Kabupaten Serang, Selasa (13/10/2026).
Fatah menegaskan posisi Untirta sebagai perguruan tinggi negeri yang dibiayai pemerintah. Menurutnya, kampus siap menjalankan agenda DEN dan menjadi contoh implementasi kebijakan energi nasional.
"Kami sebagai institusi pemerintah, sebagai perguruan tinggi negeri yang juga dibantu sepenuhnya oleh pemerintah, sangat men-support apa yang diagendakan oleh Dewan Energi Nasional. Kami akan menjadi contoh implementasi yang diharapkan," ujarnya.
Pemanfaatan panel surya di lingkungan kampus, kata Fatah, sudah masuk ke jalur akademik. Setiap tahun Untirta membina skripsi dan tesis dengan objek pemanfaatan solar panel, disertai evaluasi kinerja panel tersebut.
"Pemanfaatan solar panel itu menjadi objek riset. Setiap tahun kita membina skripsi dan tesis dengan objek pemanfaatan solar panel. Sudah juga publikasi di jurnal, sekaligus kita lakukan evaluasi kinerja dari solar panel," katanya.
Selain panel surya, Untirta menyiapkan laboratorium terpadu untuk mendukung penelitian energi dan pengolahan limbah, termasuk limbah baterai dan elektronik. Fasilitas itu disebut Fatah memiliki peralatan yang canggih.
Arah risetnya mengembangkan material panel surya yang lebih tipis dan berkualitas. Penelitian tersebut berjalan melalui kolaborasi dengan mitra dari luar negeri.
"Laboratorium terpadu kita mendukung itu. Kita siapkan laboratorium dengan fasilitas yang amat canggih. Itu juga bisa melakukan desain pemanfaatan limbah baterai, limbah elektronik, untuk kita manfaatkan menjadi media solar panel yang lebih tipis dan lebih berkualitas. Ini sedang berjalan," jelasnya.
Menurut Fatah, pengembangan riset energi terbarukan butuh dukungan sumber daya manusia, inovasi teknologi, dan kolaborasi antarlembaga. Perguruan tinggi berperan menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan energi daerah.
Untirta menyatakan siap berkontribusi dalam penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED), termasuk lewat pengembangan target penelitian yang sesuai potensi wilayah. Fatah optimistis Rencana Umum Energi Nasional rampung dalam waktu dekat dan ditindaklanjuti di tingkat daerah.
"Saya optimistis Rencana Umum Energi Nasional akan selesai dalam waktu dekat dan ini juga akan ditindaklanjuti di Rencana Umum Energi Daerah. Kita siap menjadi bagian penting dari rencana umum energi daerah, termasuk target-target riset yang bisa dilakukan oleh komite kita," tuturnya.
Melalui pemanfaatan panel surya dan pengembangan penelitian, Untirta berharap memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transisi energi serta pelaksanaan kebijakan energi nasional.