LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian masih optimistis produksi pangan tetap terjaga meski musim kemarau akibat fenomena El Nino mulai meluas. Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyatakan hingga saat ini belum ada laporan tanaman padi yang gagal panen di wilayahnya.
"Kami belum menerima laporan puso atau gagal panen. Kami terus mengoptimalkan pompa air untuk menyedot air permukaan sungai agar bisa mengaliri areal persawahan," kata Rahmat Yuniar di Lebak, Minggu.
Sebaran Lahan Kering di Tujuh Kecamatan
Berdasarkan data sementara Distan Lebak, luas areal persawahan yang mengalami kekeringan hingga pertengahan Juli 2026 mencapai 372 hektare. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Kalanganyar, Cipanas, Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung, Muncang, dan Maja.
Rahmat menjelaskan, mayoritas lahan yang terdampak kekeringan tidak memiliki sumber air permukaan. Kondisi itu membuat petani kesulitan mengoperasikan pompa untuk irigasi.
Penyuluh Lapangan: 202 Hektare di Kalanganyar Mulai Kering
Dike Cidrasari, penyuluh pertanian di Kecamatan Kalanganyar, melaporkan luas tanaman padi di wilayahnya mencapai 406 hektare. Dari jumlah tersebut, 104 hektare mengalami kekeringan ringan dan 98 hektare masuk kategori kekeringan sedang.
"Belum ada data tanaman padi yang mengalami kekeringan berat dan gagal panen atau puso di wilayah kami," ujar Dike.
Solusi: Pompa Air dan Usulan Sumur Bor ke Pusat
Pemerintah daerah menginstruksikan petani untuk mengaktifkan pompa air di lahan yang masih memiliki akses ke sungai. Sementara untuk lahan kering tanpa sumber air, Distan Lebak telah mengusulkan pembuatan sumur bor ke Kementerian Pertanian.
"Kami berharap musim kemarau ini tetap bisa menghasilkan produksi pangan guna mendukung program swasembada pangan nasional berkelanjutan," kata Rahmat.