LEBAK — Asep (50) dan Jamawi (60), dua peternak kerbau di Kabupaten Lebak, Banten, menjual rata-rata lima ekor kerbau setiap tahun dengan nilai mencapai Rp150 juta per orang. Keberhasilan mereka mendorong Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lebak untuk memperkuat program inseminasi buatan (IB) guna meningkatkan populasi kerbau yang saat ini tercatat sekitar 15.000 ekor. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan populasi melalui teknologi reproduksi modern demi swasembada daging kerbau.
Asep dan Jamawi: Peternak yang Buktikan Keuntungan Ternak Kerbau
Asep, peternak di kawasan perkebunan kelapa sawit Rangkasbitung, mengelola 45 ekor kerbau yang digembalakan setiap hari. “Setiap tahun saya menjual sekitar lima ekor dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp150 juta,” katanya. Hasil usaha itu digunakan untuk kebutuhan keluarga, membangun rumah, dan membiayai pendidikan dua anaknya hingga perguruan tinggi.
Jamawi, peternak dari Solear, Kecamatan Maja, memelihara 35 ekor kerbau. Ia juga menjual rata-rata lima ekor per tahun dengan nilai sekitar Rp150 juta. Menurutnya, keberadaan perkebunan kelapa sawit menyediakan hamparan rumput sebagai pakan alami sehingga biaya pemeliharaan lebih efisien.
Teknologi Inseminasi Buatan untuk Percepat Populasi
Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak Rieyan Dermawan mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat pengembangan peternakan kerbau melalui penerapan IB. “Ke depan dikembangkan teknik budidaya yang lebih baik agar populasi kerbau terus meningkat melalui kelahiran anakan sehingga mendukung upaya swasembada daging kerbau,” ujarnya.
Selain peningkatan populasi, modernisasi budidaya dinilai penting karena sebagian besar peternak masih menerapkan pola pemeliharaan tradisional. Kerbau yang dipelihara merupakan jenis kerbau lumpur dengan bobot dewasa 500–700 kilogram, memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran.
Prospek Ekonomi dan Dukungan Ketahanan Pangan
Harga kerbau di pasaran berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta per ekor tergantung ukuran dan kualitas. Dengan penguatan teknologi budidaya dan pemanfaatan sumber daya pakan lokal, sektor peternakan kerbau di Kabupaten Lebak diharapkan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pedesaan. Pemerintah daerah juga memandang usaha ini sebagai penopang penyediaan ternak potong dan ketahanan pangan nasional.