Pencarian

Gubernur Banten Andra Soni Sebut Keselamatan Transportasi Tanggung Jawab Moral, Canangkan September sebagai Bulan Keselamatan

Jumat, 18 September 2026 • 10:24:01 WIB
Gubernur Banten Andra Soni Sebut Keselamatan Transportasi Tanggung Jawab Moral, Canangkan September sebagai Bulan Keselamatan

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan keselamatan transportasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan tanggung jawab moral yang menjadi ujung tombak pelayanan publik. Penegasan itu disampaikannya dalam keterangan di Cilegon, Jumat, sekaligus mengajak seluruh insan perhubungan di Banten menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. Ia menekankan keselamatan dan konektivitas harus dijaga bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.

CILEGON — Gubernur Banten Andra Soni menilai keselamatan transportasi tidak cukup dikelola sebagai prosedur rutin. Menurutnya, keselamatan menyangkut nyawa warga dan karena itu menjadi tanggung jawab moral setiap pihak yang membangun maupun mengawasi sistem transportasi.

Pernyataan itu disampaikan Andra dalam keterangan di Cilegon, Jumat. Ia menyoroti peran transportasi yang jauh melampaui urusan infrastruktur karena menyentuh langsung kehidupan sehari-hari masyarakat Banten.

Keselamatan Tidak Boleh Jadi Rutinitas Administratif

Andra menegaskan posisi keselamatan sebagai prinsip utama dalam setiap kebijakan perhubungan. Baginya, sistem transportasi yang dibangun harus selalu diuji dengan satu pertanyaan mendasar: apakah sudah cukup aman bagi pengguna.

"Satu hal yang sangat mendasar, dalam transportasi, keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral," katanya.

Ia menjelaskan tanggung jawab tersebut mencakup keberanian insan perhubungan menghentikan operasi ketika keadaan tidak aman. Penghentian itu harus disertai langkah cepat mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terputus.

Respons Darurat hingga Erupsi Anak Krakatau

Jajaran perhubungan Banten diminta siaga menghadapi berbagai situasi darurat. Andra menyebut sejumlah ancaman yang kerap muncul di wilayah Banten dan sekitarnya, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kecelakaan penerbangan dan pelayaran.

"Jajaran perhubungan yang harus siaga merespons berbagai situasi darurat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kecelakaan penerbangan dan pelayaran," ujarnya.

Kesiapan itu, lanjutnya, menentukan seberapa cepat layanan publik bisa pulih saat gangguan terjadi. Warga yang bergantung pada angkutan umum dan pelaku usaha yang mengandalkan kiriman barang menjadi pihak paling terdampak jika respons lambat.

Konektivitas Pusat Produksi dan Permukiman

Andra juga menggarisbawahi peran transportasi dalam mempertemukan keluarga, membuka lapangan kerja, membawa bahan pangan, dan menggerakkan industri. Perhubungan, katanya, menjadi jalur kehadiran negara sampai ke wilayah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar.

Ia merujuk arahan Presiden Prabowo Subianto soal pentingnya konektivitas antara pusat-pusat produksi dan permukiman. Konektivitas itu dinilai kunci menurunkan biaya angkut dan biaya logistik sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.

"Presiden Prabowo Subianto juga telah menegaskan pentingnya konektivitas antara pusat-pusat produksi dan permukiman untuk menurunkan biaya angkut dan biaya logistik, serta memperluas pemerataan pembangunan," katanya.

Transformasi Digital Harus Berujung pada Layanan Nyata

Gubernur Andra mengingatkan agar transformasi digital di sektor perhubungan tidak berhenti pada penyediaan teknologi. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, harus bermuara pada perjalanan yang lebih aman dan sistem logistik yang makin tertib.

Ia menilai secanggih apa pun perangkat yang dipakai, kualitas pelayanan publik tetap menjadi ukuran utama. Teknologi hanya alat, sementara hasilnya harus dirasakan langsung oleh pengguna jasa transportasi.

"Tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, tangguh menghadapi tantangan, serta bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan harus terlihat dalam cara kita bekerja setiap hari," ujarnya.

September Dicanangkan sebagai Bulan Keselamatan Transportasi

Sebagai langkah konkret, Andra mengajak seluruh insan perhubungan di Banten menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. Pencanangan itu dimaksudkan menjadi titik awal pembangunan budaya keselamatan yang berlangsung sepanjang tahun.

"Bulan ini kita canangkan sebagai awal untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat sepanjang tahun," katanya.

Ajakan tersebut menyasar jajaran dinas perhubungan, operator angkutan, hingga petugas lapangan. Dengan begitu, keselamatan tidak lagi berhenti sebagai dokumen aturan, tetapi menjadi kebiasaan kerja harian di seluruh simpul transportasi Banten.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks