TANGERANG — Suhu tinggi diprakirakan hanya terjadi di Kota Tangerang Selatan, sementara dua wilayah lainnya, yakni Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, berada dalam kisaran suhu yang lebih rendah. Meski langit cenderung tertutup awan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dehidrasi akibat suhu ekstrem.
Mengapa Suhu di Tangsel Lebih Tinggi?
BMKG tidak merinci penyebab spesifik lonjakan suhu di Tangsel. Namun, secara umum, suhu tinggi di musim kemarau seperti saat ini dipengaruhi oleh minimnya tutupan awan hujan dan radiasi matahari yang maksimal. Wilayah perkotaan dengan kepadatan bangunan tinggi, seperti sebagian Tangsel, juga rentan mengalami efek pulau panas perkotaan (urban heat island).
Prakiraan Suhu di Tiga Wilayah
Berdasarkan data BMKG, suhu udara di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang diprediksi berada pada kisaran 33 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi berawan diperkirakan terjadi sejak pagi hingga sore hari, tanpa disertai angin kencang atau potensi petir.
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, saat intensitas sinar matahari berada di puncaknya. BMKG juga menyarankan warga untuk memperbanyak minum air putih dan menggunakan pelindung diri seperti topi atau tabir surya.
Dampak pada Aktivitas Warga
Suhu panas yang menyentuh 35 derajat Celsius berpotensi mengganggu aktivitas harian, terutama bagi pekerja lapangan, pedagang kaki lima, dan pengendara motor. Warga Tangsel yang bekerja di sektor informal disarankan untuk menyediakan waktu istirahat di tempat teduh dan menghindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan terkait dampak langsung suhu panas terhadap kesehatan warga di Tangerang Raya. BMKG akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca secara berkala melalui kanal resmi mereka.