JAKARTA — ParagonCorp, induk dari merek Wardah dan Emina, berhasil menyabet dua penghargaan bergengsi di tingkat regional. Dalam ajang The Economic Times Human Capital Awards (ETHCA) Southeast Asia 2026 yang berlangsung di One Farrer Hotel, Singapura, pada 24 Juli 2026, perusahaan ini dinobatkan sebagai yang terbaik dalam dua kategori pengelolaan sumber daya manusia.
ParagonCorp menerima Gold Award pada kategori Excellence in ESG & CSR Initiatives melalui program Paragonian Bergerak. Sementara itu, Bronze Award diraih pada kategori Excellence in Creating a Culture of Continuous Learning and Upskilling berkat ekosistem pembelajaran internal yang disebut Human-Centric Continuum Growth Ecosystem.
Belajar Bukan Sekadar Pelatihan, Tapi Bagian dari Pekerjaan
Bagi ParagonCorp, budaya belajar tidak berhenti pada ruang kelas. Melalui Human-Centric Continuum Growth Ecosystem, perusahaan mengintegrasikan pengembangan individu ke dalam alur kerja sehari-hari. Pendekatan ini mencakup pengalaman proyek lintas fungsi, mentoring, dan pemanfaatan teknologi untuk mempercepat kompetensi.
"Kami percaya bahwa pembelajaran paling bermakna terjadi ketika seseorang mempraktikkan pengetahuan dalam situasi nyata," kata Astri Wahyuni, Director Corporate Affairs ParagonCorp, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
14.000 Karyawan Turun ke Masyarakat Lewat 'Paragonian Bergerak'
Penghargaan emas diraih berkat program Paragonian Bergerak, gerakan sosial yang melibatkan seluruh karyawan. Program ini berlangsung dari Agustus hingga Desember 2026 dan diikuti lebih dari 14.000 Paragonian di 45 lokasi operasional, dari Aceh hingga Ternate.
Tak hanya karyawan kantor pusat dan pabrik, tenaga alih daya dan pekerja frontline juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Sebanyak 151 inisiatif sosial dijalankan sepanjang 2025, mulai dari edukasi pencegahan stunting, pendampingan UMKM, hingga rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove.
Penjurian Ketat dari CHRO Se-Asia Tenggara
ETHCA Southeast Asia 2026 diikuti oleh ratusan organisasi dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap: evaluasi dokumen dan penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari para Chief Human Resources Officer (CHRO) serta pemimpin bisnis independen dari kawasan Asia Tenggara.
Astri menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus memperkuat budaya belajar dan kebermanfaatan. "Ketika seseorang merasakan bahwa pekerjaannya terhubung dengan tujuan yang lebih besar, ia tidak hanya bertumbuh sebagai individu, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan," ujarnya.