PANDEGLANG — Puluhan anak usia sekolah dasar di Kampung Padahayu, Kecamatan Labuan, mempertaruhkan keselamatan setiap pagi demi bisa duduk di bangku kelas. Mereka adalah siswa SDN Padahayu 2 yang akses satu-satunya menuju sekolah terputus total sejak Jembatan Cingenge ambruk.
Setiap hari, anak-anak harus melepas sepatu dan kaus kaki, berganti sandal jepit, lalu berjalan hati-hati di atas batu-batu licin sambil menyeberangi arus Sungai Cipunten Agung. Orang tua pun tak punya pilihan selain mendampingi mereka dari tepi ke tepi.
Risiko Jatuh dan Ancaman Banjir Menjadi Rutinitas
Siti Romlah (55), salah seorang wali murid, menceritakan pengalaman pahit yang hampir terjadi. "Pernah ada siswa yang jatuh ke air karena batunya licin, makanya sekarang anak-anak pada bawa sandal," ujarnya di Pandeglang, Rabu.
Tantangan bertambah berat saat cuaca buruk. Jika hujan turun, anak-anak terpaksa memutar sejauh tiga kilometer melalui jalan tanah yang licin. "Kalau hujan deras dan debit air naik, anak-anak tidak bisa menyeberang sama sekali dan harus absen," tambah Siti.
Jumlah Murid Merosot, Empat Ruang Sekolah Rusak Parah
Kepala SDN Padahayu 2, Tedy Rustandi, mengungkapkan bahwa kondisi ini berdampak langsung pada eksistensi sekolah. Saat ini hanya tersisa 57 siswa dari kelas I hingga VI. "Merosotnya jumlah murid mulai terjadi signifikan setelah Jembatan Cingenge putus. Banyak orang tua memilih menyekolahkan anak ke tempat lain karena takut risiko," jelas Tedy.
Selain akses, kondisi sekolah juga memprihatinkan. Tedy menyebut empat ruangan mengalami kerusakan—tiga ruang kelas dan satu ruang guru. "Satu ruang kelas rusak berat, tidak bisa dipakai. Siswa kelas VI sementara belajar di ruang guru, dan ruang guru dipindahkan ke perpustakaan," katanya.
Janji Revitalisasi Belum Jelas, Warga Desak Jembatan Permanen
Pihak sekolah mengaku telah mendengar kabar bahwa SDN Padahayu 2 masuk dalam daftar revitalisasi pemerintah. Namun, hingga kini tidak ada kepastian kapan perbaikan akan dimulai. Siti Romlah mewakili para orang tua hanya bisa berharap. "Kami sangat berharap adanya jembatan permanen di sini dan akses jalan diperbaiki agar anak-anak semakin semangat pergi ke sekolah," pungkasnya.