TANGERANG — Dinas PUPR Kota Tangerang memastikan proses pengadaan untuk paket rekonstruksi jalan tahun ini sudah berjalan bertahap. Dari total kebutuhan penanganan struktural yang mencapai hampir Rp290 miliar, pemerintah baru bisa mengalokasikan sekitar Rp69 miliar sesuai kemampuan fiskal daerah.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan pihaknya memprioritaskan ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat dan volume kendaraan tinggi. Sebagian paket pekerjaan bahkan telah memiliki pemenang lelang dan tinggal menunggu kontrak.
Delapan Ruas Jalan Prioritas yang Masuk Daftar Penanganan
Sejumlah ruas jalan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat dipastikan masuk dalam paket pekerjaan rekonstruksi. Berikut daftarnya:
- Jalan Iskandar Muda
- Jalan Teuku Umar
- Jalan Husein Sastranegara
- Jalan Bayur
- Jalan Sangego
- Jalan Marsekal Suryadarma
- Jalan Prabu Kian Santang
- Jalan Muhammad Toha
Untuk Jalan Muhammad Toha, Taufik menyebut proses pengadaannya telah selesai dan kini memasuki tahapan persiapan kontrak. Jalan ini selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan rusak dengan mobilitas tinggi.
Anggaran Terbatas, Pemkot Fokus pada Titik Kritis
Kebutuhan ideal untuk menuntaskan seluruh kerusakan jalan secara struktural di Kota Tangerang mencapai hampir Rp290 miliar. Namun, pemerintah tidak bisa langsung mengucurkan seluruhnya karena harus menyesuaikan dengan postur APBD.
“Kami tetap memprioritaskan ruas-ruas yang memiliki tingkat kerusakan berat dan menjadi pusat aktivitas masyarakat,” kata Taufik, Kamis (30/7/26).
Selain rekonstruksi, Dinas PUPR juga menjalankan pemeliharaan rutin untuk menangani kerusakan ringan dan jalan berlubang. Penanganan dilakukan berdasarkan survei lapangan serta laporan warga, dengan mengutamakan aspek keselamatan pengguna jalan.
Tingkat Kemantapan Jalan Kota Tangerang Capai 93 Persen
Kota Tangerang saat ini memiliki sekitar 211 ruas jalan dengan total panjang hampir 280 kilometer. Berdasarkan survei menggunakan metode PKRMS (Pavement Condition Index), tingkat kemantapan jalan di kota ini tercatat sekitar 93 persen.
Artinya, masih ada sekitar 7 persen ruas jalan yang membutuhkan perhatian serius, baik melalui rekonstruksi maupun pemeliharaan berkala. Pekerjaan konstruksi akan dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal lelang yang sedang berjalan.